Advertisements
Hari Ini
    • Home
    • Politik
    • Siapa Pj. Walikota? Herman Bilang Dia Suka Nuryanto

    Siapa Pj. Walikota? Herman Bilang Dia Suka Nuryanto

    Image
    Foto : Herman Haluti saat rapat di DPRD Kota Gorontalo. (Dok/Humas Dekot)

    Reporter : RAGORO 

    RGOL.ID (KOTA GORONTALO) – Tak terasa masa jabatan Marten Taha sebagai Walikota tinggal sebulan lagi tepatnya 2 Juni 2024, lalu siapa yang akan jadi Pj. Walikota? Sudah ada 3 nama di Kemendagri mereka adalah Sekda Kota Gorontalo Ismail Majid, Nuryanto Kaban Keuangan dan Rifli Katili dari Pemprov Gorontalo. Di Dekot sendiri ada yang suka Ismsil Majid dan ada juga yang suka, Nuryanto.

    Herman Haluti punya alasan mengapa dia lebih suka kalau Nuryanto yang jadi Pj Walikota , karena menurut Aleg Dekot dari Komisi C ini, mantan Kepala Inspektirat ini sangat menguasai keuangan Kota Gorontalo, dia tau persis seluk beluk keuangan Kota Gorontalo, makanya situasi keuangan Pemkot yang sekarang ini sangat berarti,maka Pj. Walikota haruslah orang yang tau mengelola keuangan.

    ” Dalam aturan, syarat menjadi Pj. Walikota harus eselon II. tidak ada eeselon II A atau B, pokoknya eselon II.” kata Herman.

    Namun dalam etika birokrasi, tidak boleh pejabat lainnya yang bisa jadi Pj. Kalau Sekdanya juga ikut seleksi calon Pj. Walikota, dan itu sudah diwanti wanti oleh Mendagri, dari sini bisa dilihat dari 3 nama yang yang sudah diusulkan ke Kemendagri beberapa waktu lalu, nampaknya hanya Ismail Majid dan Rifli Katili. Mengapa demikian karena Rifli bukan pejabat Pemkot, melainkan pejabat Pemprov.

    Sebenarnya masa jabatan Marten sudah akan berakhir pada Desember 2023 lalu, namun banyak Kepala Daerah yang menggugat karena ada yang mestinya berakhir pada 2024, gugatan yang dilayangkan sejumlah Walikota, Bupati juga Gubernur itu diterima maka masa jabatan Marten berlanjut sampai Juni nanti, sehingga penempatan Pj Walikota tertunda.

    Pada waktu itu kabar yang beredar adalah Rifli Katili yang akan jadi Penjabat Walikota, tetapi karena batal maka sekarang akan dikocok ulang, karena peta politik sedikit bergeser.

    Kita semua tau sekarang ini Golkar punya kekuatan besar di pusat, apa lagi di Kota Gorontao Golkar adalah pemenang Pemilu dan Walikotanya juga kader Golkar, tentu lobi lobi itu sudah dilakukan di pusat.

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Tinggalkan Balasan