Advertisements

PPP Jangan Mengulang Sejarah Buruk di Pilwako

Image
Foto : H. Rivai Bukusu S.Ip

Reporter : RAGORO

RGOL.ID (KOTA GORONTALO) – Mulai muncul letupan letupan kecil di tubuh PPP Kota Gorontalo yang dipicu soal siapa yang akan dicalonkan di Pilwako nanti.

Sejumlah kader PPP Merasa perlu mengingatkan peristiwa tahun 2008 dimana PPP tidak bisa ikut Pilwako ini karena terjadi beda pendapat sangat keras di tubuh PPP soal figur Calon Wikota. Akibatnya banyak sekali tokoh PPP yang dipecat DPP PPP, termasuk Ketua DPC PPP Fikram Salilama yang kini ketua Fraksi Golkar di Deprov.

Sejak itu PPP terpuruk, lalu muncul Rivai Bukusu yang berhasil membesarkan kembali PPP di Kota Gorontalo, dari 3 Pemilu, suara PPP selalu naik sehingga PPP bisa merebut kursi Wakil Ketua I Dekot Gorontalo.

Dengan 5 kursi tentu saja, Rivay Bukusu paling berhak untuk maju atau ikut menentukan siapa yang akan dicalonkan PPP, paling tidak, Rivay yang paling tau siapa yang tepat untuk mengendarai PPP di Pilwako.

Di mata kader PPP memang paling tepat adalah Rivay Bukusu bahkan dimata warga Kota sang petarung ini sangat layak maju di Pilwako.

Rivay sendiri memang sudah mengisyaratkan akan maju di Pilwako, memang PPP harus koalisi karena jumlah kursinya kurang satu, tetapi ini bukan masalah yang sulit bagi Ayi, sebenarnya Rivay sangat berharap PPP bisa punya kursi yang cukup untuk bisa mencalonkan sendiri, agar pencalonan Idris Rahim bisa mulus, artinya tanpa koalisi pun bisa.

Semua kader PPP sangat optimis, kalau hasil Pileg akan sangat bagus dengan kehadiran Idris Rahim sebagai Caleg DPR RI dari PPP, tetapi Idris ternyata tidak menggebrak PPP yang diprediksi akan mendapatkan 1 kursi di DPR RI tidak tercapai, padahal dari 3 Caleg PPP mestinya salah satu bisa lolos.

Nah kata sejumlah kader PPP di Kota Gorontalo, jika Ayi tidak maju, maka akan sangat elok kalau Ketua DPC PPP Kota Gorontalo itu diberi kepercayaan untuk mengemas siapa yang akan dicalonkan PPP, dengan begitu semua kader akan merasa bertanggung jawab untuk memenangkan jagoan mereka karena mereka merasa Cawali PPP adalah pilihan mereka.

Harus diakui Rivay Bukusu punya insting yang kuat dalam pertarungan politik, filingnya bagus dan semangat bertarungnya luar luar biasa. “Kami kawatir kalau Pasangan Cawali PPP ini hanya mendapatkan badan tetapi bukan rohnya, jangan salahkan kalau mesin partai tidak bergerak,” katanya.

Jadi kata dia lagi urusan Pilwako serahkan pada DPC PPP, biarlah Rivay dan kawan kawan yang yang menggodok pasangan Cawali dari PPP.

Pertarungan kali ini tidak gampang dan sudah berkali kali PPP gagal di Pilwako, mudah mudahan di tangan Rivay ada hasil yang bagus.

Lalu apa sikap Ketua DPW PPP Gorontalo soal itu, dihubungi kemarin, Nelson sangat santai menanggapinya. Kata dia kalau Idris yang dicalonkan PPP maka dia tentunya harus mencari pasangan yang punya partai atau bisa membawa partai. Sama halnya dengan Rivay tentu dia juga harus punya pasangan yang bisa membawa partai.

Tetapi kalau Ayi berpasangan dengan Idris misalnya, maka tentu Idris yang cari partai lain, karena Ayi adalah Ketua DPC PPP.

Apa yang dikatakan Nelson memang benar, dan Partai paling tepat berkoalisi dengan PPP adalah PDIP dan mereka punya kader seperti Tonny Junus, Ariston Telameo dan Alifudin Jamal, tokoh yang satu ini sangat dekat dengan Rivay nah bukan tidak mungkin salah satu diantara mereka berpasangan dengan Rivay.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan