Advertisements
  • Home
  • Pilkada
  • 11 Caleg Terpilih Dapil 6 Boalemo dan Pohuwato Gelar Konsolidasi Internal.PSU Memicu Kericuhan

11 Caleg Terpilih Dapil 6 Boalemo dan Pohuwato Gelar Konsolidasi Internal.PSU Memicu Kericuhan

Image
Foto : Suasana Konsolidasi 11 Caleg terpilih Dapil 6.

Reporter : Jazzday

RGOL.ID (GORONTALO) – Pesta belum dimulai tapi undangan sudah ribut mungkin peribahasa ini lah yang bisa digambarkan kepada 11 Caleg terpilih Provinsi Gorontalo dari Dapil 6 Boalemo dan Pohuwato.

11 Caleg terpilih ini dipastikan akan berpesta pada bulan agustus nanti, namun akibat MK (Mahkamah Konstitusi) telah memerintah untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) sehingga pesta pun tertunda bahkan tidak jadi.

Hal ini lah yang membuat Rapat 11 Caleg terpilih mengadakan rapat internal di Kantor DPW Nasdem, Minggu, (09/06/2024) sebagai respons terhadap putusan MK tersebut.

Hasil rapat ini pun tidak diketahui secara pasti, karena dilakukan secara internal dan tertutup. namun dilihat waktu rapat yang begitu panjang yang dimulai pada jam 13.00 hingga 17.00 dipastikan bahwa mereka akan mengambil upaya hukum terhadap keputusan tersebut.

Adapun nama nama Caleg terpilih yang mengadakan rapat.

1.MUHAMMAD DZIKYAN, S.Pd.I. Partai Kebangkitan Bangsa 2.848 Suara.

2.H. MIKSON YAPANTO, S.T. Partai NASDEM 4.415 Suara.

3.RIVEL PRIYANTORO PUTRA PAGAU, S.E., M.A.P. Partai NASDEM 4.518 Suara.

4.Rivat Gobel Partai Demokrat 4.521 Suara.

5.LIMONU HIPPY, S.A.P. Partai Gerindra 1.922 Suara.

6.I WAYAN SUDIARTA, S.E., M.Si. Partai GOLKAR 3.879 Suara.

7.H. ISMAIL ALULU, S.E. Partai PAN 3.436 Suara.

8.Ir. LA ODE HAIMUDIN, M.M.Partai PDIP 4.599 Suara.

9.NANI MBUINGA, S.Pd. Partai GERINDRA 5.564 Suara.

10.DEDY HAMSAH, S.Pd. Partai PDIP 9.872 Suara.

11.Dra. HJ. NIKMA TAHIR Partai GOLKAR 3.582 Suara.

Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada Pemilihan Legislatif (Pileg)Provinsi Gorontalo Dapil 6 Boalemo dan Pohuwato yang diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) memang berpotensi menimbulkan kericuhan.

Berikut adalah beberapa faktor yang tim RGOL.ID rangkum yang dapat menyebabkan hal tersebut:

1.Ketegangan Politik: Keputusan PSU sering kali menyebabkan ketegangan antara partai politik dan kandidat, terutama bagi mereka yang merasa dirugikan oleh keputusan ini. Para kandidat yang sudah merasa menang mungkin akan melawan keputusan tersebut, sementara pihak lain yang merasa diuntungkan akan mendukungnya.

2.Pendukung Kandidat: Pendukung dari masing-masing kandidat bisa saja terlibat dalam perselisihan, terutama jika mereka merasa bahwa keputusan PSU tidak adil atau menguntungkan pihak tertentu. Kericuhan dapat terjadi baik di media sosial maupun di lapangan.

3.Keterlibatan Aparat Keamanan: Untuk memastikan PSU berjalan dengan lancar dan aman, aparat keamanan perlu disiagakan. Namun, keberadaan aparat juga bisa menimbulkan ketegangan jika tidak dikelola dengan baik.

4.Logistik dan Pengawasan: PSU memerlukan persiapan logistik yang matang dan pengawasan yang ketat untuk mencegah kecurangan. Kekurangan dalam hal ini dapat memicu ketidakpuasan dan protes dari peserta pemilu.

5.Komunikasi dan Informasi: Kurangnya komunikasi yang jelas dan informasi yang memadai kepada masyarakat mengenai alasan dan proses PSU dapat menimbulkan kebingungan dan ketidakpercayaan.

Untuk meminimalisir potensi kericuhan, penting bagi semua pihak yang terlibat, baik penyelenggara pemilu, partai politik, kandidat, maupun pendukungnya,untuk menjaga komunikasi yang baik, bersikap kooperatif, dan mengedepankan kepentingan bersama demi demokrasi yang sehat.

Selain itu, transparansi dalam proses PSU dan pengawasan ketat oleh lembaga independen juga sangat penting.

Dari beberapa poin yang RGOL.ID rangkum PSU yang diputuskan MK perlu dipikir kembali.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan Balasan