RGOL.ID, GORUT – Thariq Modanggu telah memantapkan dirinya memilih Partai Golkar, bahkan resmi menerima KTA dari Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto awal tahun 2023.

Thariq memilih Partai Golkar bukan tanpa alasan. Ada 4 alasan dirinya bergabung dengan partai berlambang pohon beringin itu.

Sebagaimana disampaikannya saat Musdalub Partai Golkar Kabupaten Gorut, di Gedung Al Indah, Sabtu (4/3).

Alasan pertama Thariq memilih Golkar, karena menurutnya Partai Golkar secara terbuka, baik tangan maupun hati menerima dirinya berkiprah di partai yang identik dengan warna kuning itu.

Ia mengaku, di akhir 2018, sebelum dilantik sebagai Wakil Bupati Gorut, dirinya sempat ditawari Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Rusli Habibie mengabdi di Partai Golkar sebagai salah seorang wakil ketua DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo.

Namun, waktu itu Thariq belum menyatakan kesiapan secara mental, karena memang dirinya baru saja melawan Partai Golkar di pilkada.

“Saya sampaikan, saya sangat menghargai apa yang menjadi keinginan beliau (Rusli Habibie), tapi saya sampaikan saya baru saja bertarung melawan Golkar, sehingga secara etika politik, tidak mungkin bagi saya langsung bergabung dengan Golkar,” ungkapnya.

“Itu poin pertama, pimpinan Golkar Provinsi Gorontalo terbuka dan memberi ruang kepada saya di partai politik ini,” tukas Thariq.

Di 2019, Thariq kembali dirayu bergabung dengan Golkar, bahkan dirinya ditawari menduduki jabatan Ketua DPD II Partai Golkar.

Namun, lagi-lagi Thariq menyatakan belum bisa menerima dan itu menjadi alasan kedua Thariq akhir kini memilih Golkar.

Dan untuk ketiga kalinya, Thariq mengaku kembali ditawari bergabung Golkar lewat Hamzah Sidik.

“Pak Hamzah dengan sportif menyatakan, kalau Thariq Modanggu bersedia mengabdi di Partai Golkar, beliau siap mundur dari Ketua DPD II Golkar,” beber Thariq.

Alasan keempat dirinya memilih Golkar terwujud lewat tangan seorang Lukum Diko, Ketua Fraksi Partai Golkar Gorut.

“Itu artinya di satu sisi saya ingin meninggalkan segala-galanya dan bergabung dengan Partai Golkar, tidak setara kalau hanya ingin menjadi anggota/kader. Saya siap menjadi pimpinan partai dan partai Golkar bersedia,” ketusnya.

Di luar empat alasan itu, Thariq mengaku ada alasan utama dirinya memilih Golkar. Itu tak lepas dari rivalitasnya dengan Rusli Habibie di Pilkada Gorut 2008.

Seperti diketahui, waktu itu, pertarungan Thariq melawan Golkar paling sengit. Sehingga tidak menutup kemungkinan, dengan bergabungnya Thariq dengan Golkar akan menjadi satu kekuatan besar di 2024. (ind-56)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.