Seluruh peserta UKW saat berfoto bersama 8 tim penguji dari PWI Pusat saat mengikuti Uji Kompetensi Wartawan yang dilaksakan di Gedung Rektorat UNG. (F. Doc)

RadarGorontalo.com – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang menjadi momok bagi para jurnalis akhirnya bisa dilewati. Selama sehari penuh, sekitar 54 orang jurnalis, diuji kompetensinya sebagai wartawan. Sesuai jenjang masing-masing wartawan, ada tiga kelas yang diikuti dalam UKW yang digelar PWI Gorontalo, Sabtu (17/12). Hasilnya, dari 54 peserta UKW, 4 orang dinyatakan tidak memenuhi syarat kompetensi alias belum kompeten sebagai wartawan.

Sejatinya, ada 55 peserta yang masuk dalam daftar peserta UKW. Namun saat hari pelaksanaan, satu orang mundur karena sakit. Sehingga hanya tinggal 54 orang saja. Radar Gorontalo sendiri mengutus 11 orang wartawan, terdiri dari 4 orang kelas utama, 3 madya dan 4 muda. Dan Alhamdulillah, semua lulus dengan nilai baik, walaupun harus dibuat getar-getir oleh ketatnya proses ujian itu sendiri. Penguji adalah pengurus PWI pusat, dengan track record di media yang begitu panjang. Peserta UKW yang digelar di gedung rektorat Universitas Negeri Gorontalo itu, dikuti tak cuma dari media cetak, tapi juga televisi, radio hingga media online. Uji kompetensi, berjalan sejak pukul 7.30 Wita, dan berakhir pukul 17.45 Wita, alias hampir sehari penuh.

Walaupun, yang diuji adalah pekerjaan sehari-hari, mulai dari reportase, rapat redaksi, hingga pemuatan berita, tapi tekanan mental hingga sempitnya waktu yang diberikan, membuat rata-rata peserta UKW nyaris kewalahan. Inilah yang kemudian memisahkan, antara mana layak memenuhi kompetensi dan mana yang belum. Terkadang, yang membuat penilaian jeblok, adalah hal-hal kecil yang sering diabaikan. Ada dua pilihan bagi mereka yang tak lolos. Pertama bisa melakukan banding ke dewan pers, atau mengulang kembali di UKW selanjutnya.

Setelah melalui serangkaian ujian, akhirnya hasil UKW pun diumumkan oleh perwakilan dari PWI Pusat yang notabene adalah penguji. Menurut mereka, dibanding daerah lain, hasil Gorontalo terbilang memuaskan. Karena, dari 54 peserta, hanya 4 orang dinyatakan belum lulus kompetensi. Sedangkan daerah lain, bisa sampai 30 bahkan 50 persen dinyatakan belum kompeten. Mereka yang tak lulus itupun, hanya diketahui yang bersangkutan dan penguji. Pasalnya, nilai dari masing-masing wartawan tidak diumumkan.

Sertifikasi wartawan melalui UKW merupakan rekomendasi yang lahir pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2010 di Palembang. UKW ini merupakan standar kompetensi wartawan dalam melaksanakan kerja jurnalistik, sehingga wartawan dapat menyajikan informasi berkualitas. Disisi lain, UKW juga menurut pengurus PWI pusat itu, adalah cara untuk memverifikasi keberadaan perusahaan media itu sendiri. (rg-55)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.