oleh

40 Team ‘Adu Nyali’ di Sirkuit Sang Profesor Kejurnas Motoprix Region-D HUT Bhayangkara ke-76

GORONTALO – Tegang bercampur kagum. Itulah gambaran raut wajah masyarakat Gorontalo khususnya Limboto, saat balapan Kejurnas Motoprix Region-D resmi menghentak Sabtu kemarin.

Sejak pagi hingga sore hari, masyarakat yang haus akan olahraga ‘Road Race’ ini tampak menyemut hampir disemua lokasi sirkuit menyaksikan pembalap idola mereka. Kurang lebih ada 40 Team ikut dalam event ini.

Tribun penonton pun tak mampu menampung antusias masyarakat yang ingin menyaksikan aksi para racer terbaik Sulawesi, Maluku dan Gorontalo dilintasan sirkuit Sang Profesor.

Kejurnas yang juga dirangkaikan dengan hari ulang tahun Bhayangkara ke 76 ini mempertontonkan ‘Nyali’ para pembalap agar bisa tampil yang terdepan.

Acara ini dibuka langsung oleh Wakapolda Gorontalo Brigjen Pol. Drs. Pudji Prasetijanto Hadi, MH, dan dihadiri Kapolres Gorontalo, Kepala staf korem 1304 NWB, Sekda Dr. Roni Sampir dan Kadisporapar, hingga Aleg Provinsi dan Kabupaten.

Semakin memacu adrenalin peserta. Balapan sempat diguyur hujan yang membuat lintasan sedikit licin. Para pembalap pun mulai dituntut untuk lebih memperlihatkan profesional skillnya dalam balap.

Sebab jika saja emosi tak terkontrol, maka pasti pembalapnya akan Out dari lintasan, dan pastinya takkan bisa menyelesaikan race demi race.

Para racer siap jajal sirkuit Sang Profesor. (Foto:dok)

Wakapolda dalam sambutannya mengatakan agar setiap pembalap, mampu menjunjung tinggi sportifitas dalam berolahraga. ” Selamat bertanding untuk semua peserta dan sportivitasnya dijaga,” ujar Wakapolda.

Disela sela race, aksi menanam pohon pun mewarnai Kejurnas Motoprix Region-D kali ini. Seluruh pejabat yang hadir menghijaukan arena sirkuit dengan menanam aneka jenis pohon.

Harapannya sirkuit ini hijau dengan pepohonan. Dan pastinya akan lebih melestarikan lingkungan hidup diarena sirkuit.

IMI Provinsi Gorontalo dibawah pimpinan Ridwan Bobihoe, dalam event ini betul betul profesional dalam menggelar semua jenis lomba dengan apik.

Beberapa rekanan IMI dari provinsi lainnya turut hadir disirkuit ini. Mereka cukup kagum dengan keberadaan sirkuit permanen Sang Profesor. (Qn)


Komentar