oleh

577 Siswa di Kabgor Putus Sekolah Akibat Covid-19

-Pendidikan-347 Pengunjung

GORONTALO (RGOL.ID) – Ditutupnya aktivitas belajar mengajar secara langsung disekolah sekolah, membuat hampir ada 577 siswa putus sekolah akibat pandemi Covid-19.

Sejak Maret 2020 hingga sekarang, sudah ada 1 tahun lebih aktivitas belajar tatap muka itu terpaksa ditiadakan. Walhasil belajar secara daring yang menjadi alternatif pilihan bagi siswa dan guru, tidak menjadikan jumlah siswa didik itu bertahan.

Beberapa diantaranya terpaksa berhenti sekolah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Zubair Pomalingo menjelaskan, bahwa angka itu berdasarkan pendataan pihaknya sepanjang pandemi Covid-19, dengan mendata sedikitnya 483 sekolah.

“Data Dinas Pendidikan itu mulai dari siswa SD yang putus sekolah berjumlah 355, sedangkan SMP sebanyak 222 siswa,” ungkap Zubair saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (16/4) kemarin.

Ia pun menjelaskan, kebanyakan penyebab putus sekolah tersebut, adalah faktor ekonomi saat pandemi Covid-19. Sebagian bahkan katanya ada yang telah menikah, meski masih duduk di bangku SMP.

“Sesuai keterangan yang kami dapatkan di lapangan, alasan siswa-siswi itu untuk membantu ekonomi orang tua mereka, karena sulitnya mendapatkan uang di tengah pandemi saat ini. Dan ada juga yang memilih untuk menikah dini atau muda,” jelas Zubair.

Zubair juga mengungkapkan, untuk siswa-siswi yang putus sekolah itu, kemungkinan pihaknya akan membantu para siswa melanjutkan pendidikan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) atau sekolah paket A dan B yang ada di Kabupaten Gorontalo.

“Kami akan berupaya untuk para siswa-siswi itu agar tetap melanjutkan pembelajaran mereka melalui sekolah paket A dan B. Sehingga para siswa di Kabupaten Gorontalo terus melanjutkan pendidikan mereka, walaupun di era pandemi COVID-19 saat ini,” tandasnya. (rg-53)


Komentar