900 Pasangan Nikah di Kota Aman

 

 

Kegiatan Dinas Kesehatan Kota Gorontalo.(F/Abink)

RadarGorontalo.com – Keberhasilan Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Gorontalo, dalam melaksanakan program layanan Tanda Aman Calon Pengantin Menikah (Tancap Nikah), patut diacungi jempol. Pasalnya, program inovasi baru hasil pemikiran Kadis Dikes Kota Gorontalo itu, mampu memcahkan rekor calon pengantin mengikuti program tersebut. Diketahui, sampai dengan saat ini tercatat sudah 900 pasangan mengikuti porogram layana ini. Menariknya lagi, ditahun ini program inovasi yang berhasil meraih peringkat dua Nasional itu, akan lebih ditingkatkan oleh Dikes Kota Gorontalo. Dengan menaruh target, setiap bulannya lebih banyak menggandeng pasangan pra nikah, mengikuti program tersebut.

Hal ini seperti diungkapkan Kadis Dikes Kota Gorontalo dr. Hj, Nur Albar, saat dihubungi terpisah melalui selular Minggu (25/02) kemarin. “Saya sebagai pimpinan dari instansi terkait, tentu sangat bahagia dan bersyukur, karena program ini terlaksana dengan baik. Dukungan dari Kementerian Agama (Kemenag) RI Perwakilan Gorontalo, beserta jajaran Kantor Urusan Agama se Kota Gorontalo, sangat baik. Dan ini adalah hasil dari sinergitas kami, bersama instansi vertikal Gorontalo, demi memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat,” ujar Nur Albar.
Selain itu pula tambah Nur Albar, program yang dilahirkannya itu, tak hanya diperkuat oleh Peraturan Walikota (Perwako) Gorotalo Nomor 25 Tahun 2017. Tentang Pedoman Layanan Paripurna, Tanda Aman Calon Pengantin Yang Akan Meninkah.

Memiliki tujuan yang sudah membuahkan hasil, yakni menekan angka kematian ibu dan anak. Jadi, program tersebut tak hanya menjamin keamanan, setiap pasangan yang ingin menikah, langsung mendapatkan tanda sertifikat yang sah. Tapi memberikan jaminan kesehatan, terhadap masing-masing pasangan itu sendiri, yang ingin merencanakan program hamil setelah menikah. “Bukan hanya Dikes dan Kemenag Gorontalo saja yang terlibat dalam program ini. Namun Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil Kota Gorontalo, serta tim medis juga unit kesehatan seperti Puskesmas dan Rumah Sakit, kami libatkan. Ini kami lakukan demi kesehatan masyarakat, dan keselamatan ibu dan anak,” tutur Nur Albar.(rg-62)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.