Achmad Monoarfa : ” Belum ada SK Dari DPP PPP. Klaim Rivai Bukusu Menyesatkan’

RGOL.ID- Polemik ketua DPC PPP Kota Gorontalo sepertinya belum usai. Setelah Rivai Bukusu mengklaim sudah mendapatkan keputusan dari DPP PPP mendapat perlawanan Achmad Monoarfa ketua PPP yang terpilih beberapa waktu lalu. Melalui release yang dikirimkan ke redaksi Harian Rakyat Gorontalo (24/1) kemarin.

Achmad Monoarfa menegaskan, pernyataan Rivai Bukusu di media massa kalau kepengurusan dibawah kepemimpinan Rivai Bukusu sudah mendapat penetapan dari DPP PPP,, dinilai sesat dan menyesatkan.
” Sampai saat ini DPP PPP belum menurunkan Surat Keputusan (SK).

Pernyataan Rivai Bukusu selama ini mendapat restu dari DPP PPP itu jelas sesat dan menyesatkamn,’ tegas Achmad Monoarfa seperti tertulis dalam release.

Sebagai ketua DPC PPP Kota Gorontalo Achmad Monoarfa menegaskan mereka belum menerima SK apapun dari DPP PPP.Isu restu DPP PPP yang dikatakan oleh Rivai Bukusu hanya didasarkan pada press release dari Kantor Pengacara Jakarta. ” Padahal sampai saat ini salinan putusan mahkamah partaipun belum ada,’ kata Achmad.

Ditegaskannya organisasi sebesar partai persatuan pembangunan (PPP) memiliki mekanisme dan aturan dalam semua dalam proses.AD/ART partai jelas dengan seluruh aturannya, cukup tegas untuk dipatuhi dinternal PPP.

Semuanya ditetapkan berdasarkan ketentuan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dan poeratusan teknis lainnya diinternal partai. “Jadi soal press release yang dianggap sebagia salinan putusan Machkama partai merupakan kebuntuan pemikiran akibat kepanikan tuidak keluarnya surat keputusan,’ ujar Achmad.

Kondisi ini juga kata Achmad Monoarfa diperparah dengan pernyataan pernyataan liar yang sampaikan oleh para pihak yang tidak memiliki kompotensi dalam mengeluarkan pernyataan melalui media massa.
Ditegaskan Achmad Monoarfa, mekanisme penerbitean surat keputusan bukan perkara mudah, apalagi di dewan pimpinan pusat (DPP).

Kami saja di DPC PPP Kota Gorontalo untuk menggelar rapat pengurus harian yang diperluas terasa susah. apalagi terkait dengan pengambil keputusan pemberhentian. ” Kadang juga sampai lewat dari 3 bulan,’ tegas Achmad Monoarfa.

Untuk itu Achmad Monoarfa mengimbau kepada seluruh kader dan simpatisan partai persatuan Pembangunan Kota Gorontalo hingga tingkat rumput tetap solid dalam rangka menjemput kemenangan PPP tahun 2024 akan datang.

” mari tetap rapatkan barisan, jangan terpengaruh dengan pernyataan yang sesat dan menyesatkan, kita jemput kemenangan kita di tahun 2024,” tegas Achmad Monoarta Seperti diberitakan beberapa waktu lalu. DPP sudah memerintahkan Rivai Bukusu sebagai Ketua DPC PPP Kota Gorontalo segera lakukan konsolidasi partai, rangkul semua kekuatan untuk memenangkan Pileg.

” Perintah Ketum dan Sekjen kepada pak Rivay Bukusu agar segera mempersispkan kekuatan untukmenjemput kemenangan,” ungkap Dirtan.

Ditanya siapa yang akan menjabat sebagsi Sekretarid dan Wakil Ketua, Dirtan mengatakan dia belum melihst SK susunan pengurus.

Namun begitu, setelah ada putusan Mahkamah Konstitusi, Ketua DPC PPP yang baru, Rivay Bukusu sudah mengajukan permohonan revisi struktur pengurus ke DPP, ysng sebagaimana amar putusan Mahkamah Partai harus mengakomodir Ahmad Monoarfa dalam jajaran pengurus.

Ketua OKK dalam susunan kepengurusan DPC PPP Kota Gorontalo versi Rivay Bukusu itu berharap dengan adanya putusan Mahkamah Partai, maka seluruh kader partai sudah harus merapatkan barisan untuk menghadapi Pileg maupun Pilkada.

Sehubungan dengan itu, kuasa hukum Rivay Bukusu Cs, M. Athoilah. S. Sy. SH MH, kembali mengatakan dengan adanya keputusam Mahkamah Partai, maka Rivay Bukusu sudah boleh bekerja untuk menggerakan mesin partai yang dipimpinnya.

Athoilah juga memberikan salinam putusan Mahkamah Partai dan menurutnys putusan Itu final dan mengikat. Sementara itu, sumber mengatakan bila dilihat dariv proses hukum maka persoalan PPP Kota Gorontalo sudah selesai, tetapi kata dia ini urusan politik maka semuanya bisa terjadi, apalagi proses politik di DPP masih berlangsung. (LaAwal/ (riel/rg)


Jangan Lewatkan

Komentar