oleh

Air Mata Warnai Munaslub

Ekspresi ketua-ketua DPD II, usai putusan kemenangan Setya Novanto di Munaslub Golkar, kemarin. (f.sukro)
Ekspresi ketua-ketua DPD II, usai putusan kemenangan Setya Novanto di Munaslub Golkar, kemarin. (f.sukro)

NUSA DUA (RadarGorontalo.com) – Berat memang kalau disuruh memilih, antara idealisme sebagai kader hijau hitam dengan loyalitas terhadap pimpinan. Mungkin ini gambaran, suasana hati beberapa pimpinan DPD Golkar asal Gorontalo saat berlangsungnya pemilihan Caketum Golkar di Munas kemarin. Bak cerita sinetron, ada yang sampai meneteskan air mataa.. bukan persoalan tidak ikhlas, tapi emosi yang berkecamuk susah dibendung.

Sejak awal, suara Gorontalo memang diprediksi bakal tak solid. Pilihan Rusli Habibie berat ke Setya Novanto, sedangkan beberapa Ketua DPD II, memilih berdiri di kubu Ade Komarudin. Disinilah loyalitas para ketua DPD II itu diujii..

Bak kisah percintaan, sang pria diminta memilih, antara kekasih pujaan hati dengan wanita pilihan orang tua. Tapi 6 ketua DPD II Golkar itu, akhirnya memilih ikut dengan pilihan orang tua, walaupun harus meneteskan air mata. Mereka mungkin memilih Setya Novanto tapi lebih dari itu, sebenarnya mereka memilih Rusli Habibie, memilih ikut dengan pilihan sang Khalifah.

Sebut saja Syarief Mbuinga, Marten Taha, Rustam Akili, Rum Pagau dan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo Indra Yasin. Mereka menangis bukan karena menyesal terhadap pilihan yang baru mereka lakukan, tetapi air mata haru bercampur air mata perlawanan, bergejolak jadi satu sehingga air mata politisi sekelas mereka pun, menetes dengan sendirinya.

Setnov dinyatakan terpilih sebagai ketum Golkar secara aklamasi tanpa pemungutan suara kedua, karena bakal caketum Ade Komarudin (Akom) menyatakan legowo ‘kalah’ dari gelanggang pemilihan. “Pada saat mengakhiri perjalanan ini tadi sudah berembuk dengan teman-teman saya termasuk calon lainnya dan juga dengan tim saya dan juga dengan ARB selaku ketua dewan pembina sekarang ini. Saya kira, saya lebih muda daripada Pak Novanto saya masih 50 tahun, Pak Novanto sekarang 60 tahun.

Masih ada kesempatan saya di masa yang akan datang,” kata Ade Komarudin. Akom menyatakan akan memberi dukungan penuh bagi kepengurusan Novanto yang terpilih memimpin Golkar pada periode 2014-2019. “Saya dan rekan-rekan saya akan memberikan support kepada Pak Novanto dan nantinya kepada pengurusnya untuk kebesaran Partai Golkar. Saya dan istri saya mengucapkan selamat kepada Pak Novanto untuk kebesaran Partai Golkar,” imbuh Akom. Pernyataan Akom langsung disambut sorak sorai ratusan peserta Munaslub. Akom bersama Novanto sebelumnya dinyatakan lolos untuk putaran kedua pemilihan karena perolehan suara keduanya mencapai 30 persen dari jumlah total pemilik suara dalam Munaslub. “Kita beri aplaus dengan kebesaran jiwa, penuh kenegarawanan, dengan mengucap Bismillah bismillah hirohman nirohim kita tetapkan Bapak Setya Novanto sebagai ketum Golkar,” kata ketua Munaslub, Nurdin Halid. (rg-50)


Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar