oleh

Anak Buruh Tani Peraih Cumlaude

Yayan Andiyani Iman
Yayan Andiyani Iman

RadarGorontalo.com – Hampir disetiap pelaksanaan wisuda, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kerap kali melahirkan sosok-sosok yang inspiratif, yang bisa dijadikan sebagai teladan, terutama bagi generasi muda. Kegigihan, keuletan dan tekad besar untuk berhasil meraih prestasi di bidang akademik, setidaknya telah ditunjukkan oleh Yayan Andiyani Iman. Mahasiswi Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan UNG yang berasal dari keluarga yang kurang mampu ini, bisa meraih predikat cumlaude, IPK 3,76 dengan masa studi tepat 4 tahun.

Untuk menjadi seorang sarjana dengan predikat terpuji, tidaklah mudah bagi Yayan. Pembiayaan studi yang lumayan besar, menjadi satu dari sekian banyak kesulitan yang dihadapinya. “Untuk membayar kuliah, saya dibantu keluarga, terutama oleh paman saya,” ungkap Yayan, putri dari Tani Iman, yang kesehariannya hanya seorang buruh tani penggarap sawah itu.

Kegigihan dan keinginan besarnya untuk merubah kehidupan menjadi yang lebih baik, seperti menjadi motivasi utama baginya untuk bisa meraih gelar sarjana. “Saya berasal dari keluarga kurang mampu. Sehingganya saya harus memiliki tekad untuk bisa menjadi orang yang berpendidikan, yang kelak akan bisa merubah kehidupan saya dan keluarga,” terangnya Yayan dengan mata yang berkaca-kaca.

Yayan memiliki prestasi akademik yang sangat baik. Dan pada tahun 2014, Yayan sempat menjadi penerima beasiswa Bidikmisi, meski hanya berstatus pengganti. Tapi baginya, itu sudah sangat membantu meringankan beban pembiayaan selama kuliah. “Alhamdulillah dengan beasiswa Bidikmisi, itu sudah banyak membantu saya dalam menyelesaikan sisa waktu studi. Dan sekaligus meringankan beban orang tua dan keluarga saya,” tuturnya.

Status sebagai salah satu wisudawan terbaik dengan predikat cumlaude kata Yayan, menjadi sebuah capaian yang sangat membanggakan. Terlebih dengan status berasal dari keluarga kurang mampu, bukanlah halangan untuk bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi dan meraih prestasi yang membanggakan. “Saya berhasil membuktikan meski dari kalangan kurang mampu, saya bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu dengan IPK yang sangat memuaskan,” katanya sambil tersenyum bangga. (rg-40)


Jangan Lewatkan

Komentar