oleh

Ancam 1,500 Hektar Lahan Pertanian dan Pemukiman Penduduk, Tanggul Sungai Biyonga Butuh Rp 3,5 M

(RG) – Kebutuhan akan tanggul penangkal abrasi atau erosi alias pengikisan tanah di sejumlah titik sungai Biyonga kecamatan Limboto kabupaten Gorontalo (kabgor), sudah dikalkulasi dan mendapat kajian dari jajaran Komisi III Deprov.

“Hasilnya, membutuhkan anggaran sekitar Rp 3,5 Miliar untuk pembangunan akan tanggul di titik-titik yang terdampak abrasi di sungai Biyonga tersebut.” ungkap Ketua Komisi III Deprov, Idrus Thomas Mopili, usai rapat internal di jajaran komisi-nya, kemarin.

“Karena jika tidak, maka ada sekitar 1,500 lahan pertanian yang terancam kena dampak dari air sungai biyonga, jika tak segera dibangunkan tanggul-tanggul tersebut.

Belum lagi, mengancam keberadaan masyarakat di pemukiman sekitar, jika air di sungai Biyonga kembali naik dan deras mengalir,” imbuh politisi senior dari partai Golkar ini.

BIAYA TAK TERDUGA

Ditanya, bagaimana dengan penganggarannya? Thomas yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) Deprov ini, menjawab, bahwa mekanisme yang paling dekat bisa dialokasikan anggarannya di APBD Perubahan 2022, sekitar bulan Juli-Agustus nanti.

“Namun karena kebutuhannya sudah mendesak, bisa dialokasikan dari biaya tak terduga. Dampaknya kan, termasuk antisipasi bencana, mengancam lahan pertanian dan pemukiman penduduk di sekitarnya?” saran mantan Ketua DPRD kabupaten Gorontalo Utara ini. (ayi)


Komentar