Anggaran Perjadis Tinggal Rp 956 Juta, Rusli Kencangkan Ikat Pinggang

Tujuh bulan tidak ngantor, banyak berkas yang bertumpuk. Begitu ngantor, Gubernur Rusli Habibie langsung tancap gas. Pergelangan tangan sengaja ditekuk, untuk menghilangkan rasa kaku. (foto :Salman/RG)

RadarGorontalo.com – Mengawali pemerintahan yang ke dua sebagai Gubernur, nampaknya Rusli Habibie harus ekstra hemat, dia harus mengencangkan ikat pinggang. Betapa tidak, ini harus dia lakukan karena belum 5 bulan APBD berjalan, anggaran perjalanan dinas (perjadis) gubernur tinggal Rp 956 juta. Padahal total anggaran diawal tahun sebesar Rp 1,8 miliar sementara masih ada 7 bulan lagi.

Sementara disisi lain, Rusli Habibie dituntut rakyat harus segera merealisasikan janji-janji kampanyenya yakni 8 program unggulan. Namun bagi Rusli, ini persoalan biasa dan tidak menjadi kendala apalagi alasan untuk tidak bekerja maksimal. Karena dia sudah terbiasa sejak Bupati Gorut, jangankan bicara besar kecilnya anggaran perjalanan, kantor pun waktu itu numpang di kantor camat yang hanya disekat dengan triplek. Ini juga mungkin karena Rusli berlatar belakang pengusaha, biasa bekerja tanpa memegang uang tapi harus cari uang untuk menyelesaikan pekerjaan. Sehingga tak jarang kegiatan-kegiatan perjalanan dinas kala itu ditanggulangi dengan dana pribadi, yang mungkin hingga saat ini ada yang tidak terbayarkan lagi.

Ditemui diruang kerjanya kemarin, Rusli hanya tersenyum ditanyai soal sisa anggaran perjalanan dinas gubernur, dan tak banyak yang ia katakan. “Sabar dan bahemat no,” candanya sambil meneruskan aktifitasnya di hari pertama masuk kantor sebagai Gubernur Gorontalo, Senin (22/5).

Sementara itu, diam-diam wartawan Radar mewawancarai bagian keuangan Setda Provinsi Gorontalo. Diperoleh bahwa ternyata diawal tahun Bagian Setda menganggarkan anggaran untuk perjalanan Dinas Gubernur sebesar Rp 1,8 miliar. Namun baru 4 bulan lebih APBD berjalan, anggaran perjadis gubernur tinggal Rp 956 juta. Padahal menurut penjelasan mereka, tiap tahun di 5 tahun kemarin anggaran perjadis gubernur biasanya tersisa Rp 300 sampai 500 juta. Diperoleh juga informasi ternyata selama ini keluarga Rusli Habibie, istri maupun anak yang ikut ke luar daerah tidak menjadi tanggungan APBD alias dibiayai sendiri, baik itu tiket pesawat maupun hotel.

Begitu juga istilah uang panjar atau uang muka perjalanan, Rusli tak mengenal itu karena selama ini ditiap angeda perjalanannya ke luar daerah, Rusli menggunakan dulu uangnnya, nanti sudah ada bukti berupa bill hotel dan boording pesawat, barulah bendahara memproses pencairan. “Karena ti pak RH itu tidak mau mokase panjar. Apalagi kalau tidak menginap di hotel karena bapak ada rumah di sana, hanya 30 persen juga yang diproses,” ungkap Kabid Verifikasi Bagian Keuangan Setda Indriyati Pakaya, kemarin. (rg-50)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.