oleh

Hebat!!! Kesembuhan Covid-19 di Gorontalo Sangat Tinggi

Penulis: Awalludin

PEMERINTAH Provinsi Gorontalo, melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengingatkan kepada masyarakat bahwa penularan virus corona masih terjadi.

Data terakhir sampai dengan Selasa (20/10/2020) yang dirilis Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Gorontalo, menyebutkan dalam waktu 24 jam, ada ketambahan 6 kasus pasien Covid-19.

Ketambahan pasien Covid-19 tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah masyarakat Gorontalo yang terkonfirmasi positif Covid-19, yakni mencapai 2969 jiwa.

Meskipun angkanya penambahan pasien tidak terlalu besar, namun masyarakat selalu diingatkan untuk selalu waspada dengan penyebaran Covid-19.

Seiring dengan bertambahnya pasien Covid-19, ada kabar gembira bagi masyarakat Gorontalo, yakni tingginya angka kesembuhan pasien Covid-19 di Provinsi Gorontalo yang mencapai 87,19 persen.

Dan ini menjadikan Gorontalo sebagai salah satu dari lima daerah di Indonesia dengan tingkat kesembuhan Covid-19 tertinggi. Apalagi dari data yang dirilis Selasa (20/10/2020) itu, terjadi penambahan pasien sembuh sebanyak 6 jiwa, meninggal 81 jiwa, dan dalam perawatan 57 jiwa.

Data suspek tertinggi ada di Kabupaten Bone Bolango sebanyak 46 pasien yang kini sementara menjalani isolasi atau karantina mandiri, kemudian di Kabupaten Gorontalo sebanyak 11 pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit rujukan.

Selanjutnya dari Kota Gorontalo 2 pasien di rumah sakit rujukan, Gorut 5 pasien yang terdiri dari 2 pasien di rumah sakit rujukan, 2 pasien di rumah sakit darurat, 1 pasien isolasi atau karantina mandiri, kemudian di Pohuwato ada 4 pasien, dimana 2 pasien di rumah sakit rujukan dan 2 pasien isolasi atau karantina mandiri.

Sementara itu, untuk data kontak erat atau jumlah pasien dalam pemantauan yang tertinggi dari Bone Bolango 490 kasus, kemudian Kota Gorontalo 157 kasus, Kabupaten Gorontalo 154 kasus, Kabupaten Gorut 109 kasus, Kabupaten Pohuwato 18 kasus, dan Kabupaten Boalemo 0 kasus.

Keberhasilan Pemerintah Daerah Gorontalo dalam menangani Covid-19 dengan jumlah pasien sembuh tertinggi, mendapat apresiasi dari Ketua Satgas Nasional Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo.

“menurut saya, penanganan Covid-19 di Gorontalo sudah cukup bagus dengan angka kesembuhan paling tinggi,” tutur Doni Monardo. Menjadi daerah dengan tingkat kesembuhan Covid-19 yang tinggi memang tidak gampang.

Upaya penanganan harus benar-benar tersistem dengan baik, baik sejak munculnya pandemi ini, sampai sekarang. Sehingga itulah, Gubernu Gorontalo, Rusli Habibie mengambil langkah-langkah pasti dan terukur dalam menangani Covid-19.

Diantaranya membangun koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam rangka mengkaji kebijakan-kebijakan untuk menangani Covid-19. Dari hasil rapat itu, kemudian terbitlah kebijakan penetapan status siaga darurat bencana selama 76 hari.

Selanjutnya, Pemerintah Daerah bersama Forkopimda membentuk tim gugus tugas percepatan pencegahan Covid-19. Setelah gugus tugas terbentuk, maka langkah selanjutnya adalah sosialisasi baik langsung maupun lewat media massa terkait bahaya virus covid-19 serta cara pencegahannya.

Tidak berhenti itu, Pemerintah Daerah bersama elemen masyarakat mencanangkan aksi Gorontalo Melawan Corona melalui berbagai kegiatan, termasuk olahraga dan bersih-bersih lingkungan.

Mengantisipasi jangan sampai penyebaran Covid-19 ini menyebar di lingkungan sekolah dan perkantoran, maka pada bulan Maret 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo menerbitkan kebijakan belajar dari rumah bagi sekolah dan bekerja dari rumah bagi ASN.

Kebijakan ini kemudian diikuti oleh seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Gorontalo. Kebijakan lain yang dikeluarkan Pemerintah adalah larangan bagi ASN untuk melakukan perjalanan dinas ke luar daerah.

Dan untuk mencegah penyebaran Covid-19, maka pemerintah menutup seluruh akses keluar masuk Gorontalo selama dua pekan, sekaligus menempatkan petugas medis di setiap perbatasan baik darat, laut maupun udara.

“penutupan akses ini hanya untuk masyarakat, sementara bahan-bahan pokok, logistik maupun bantuan lainnya bisa keluar masuk, tetapi dengan pemeriksaan ketat,” ujar Rusli yang juga Ketua Gugus Tugas.

Kemudian melarang pertemuan yang menghadirkan banyak orang dan menghimbau masyarakat untuk memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Langkah selanjutnya adalah menerapakan protokol kesehatan di pasar-pasar tradisional, membatasi waktu operasional pertokoan dan tempat usaha lainnya. Langkah ini membuahkan hasil, dimana Gorontalo merupakan satu-satunnya daerah di Indonesia yang masih zona hijau.

Namun demikian, meski sudah maksimal mencegah penyebaran virus corona, pada akhirnya Gorontalo jebol juga, dengan terkonfirmasinya satu pasien Covid-19 yang berasal dari klaster Gowa Sulawesi Selatan. Gorontalo akhirnya ditutup total selama dua pekan, namun hal itu tidak mampu mencegah penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat.

Berdasarkan data yang dirilis tim gugus tugas, penularan tertinggi pasien positif Covid terjadi pada bulan Juli dan Agustus 2020. Hal itu terjadi karena proses tracking yang rutin dilakukan gugus tugas, termasuk memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada daerah-daerah zona merah.

Selain itu, untuk menangani Covid-19 ini, maka pemerintah menyediahkan anggaran penanganan Covid-19 tahap pertama sebesar Rp87 miliar yang kemudian bertambah anggaranya hingga mencapai Rp123 miliar.

Dengan ketesediaan anggaran, ditambah dengan proses tracking yang rutin, kemudian kegiatan razia serta operasi yustisi Protokol Kesehatan, serta penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit – rumah sakit yang benar-benar maksimal, maka secara perlahan, jumlah pasien Covid-19 sedikit demi sedikit menurun dan akhirnya Gorontalo lepas dari zona merah.

“kuncinya adalah mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, rajin berolahraga, istirahat yang cukup, serta mengkonsumi makanan yang sehat,” tutur Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie. (***)

Komentar