oleh

Apa Yang Dikerjakan Marten Selama Jadi Walikota? Ini Jawaban Mantan Kadis Sosial

-Headline, Kota Gorontalo-548 Pengunjung

Gorontalo (RGOL) – Apa yang istimewa dari kepemimpinan Marten Taha selama ini. Memang banyak penghargaan yang diraihnya pada periode pertama. Pertanyaannya apakah penghargaan-penghargaan itu sesuai dengan apa yang dinikmati rakyat kecil? Kita mulai dari Dinas Sosial.

Dari kegiatan sosial ini, Walikota menyabet penghargaan atas keberaniannya memberikan jaminan kesehatan pada rakyat Kota Gorontalo, program Universal Health Coverage (UHC) ini benar-benar mendapat acungan jempol dari Pemerintah Pusat.

Betapa tidak, seluruh warga Kota bisa berobat gratis, dan sekarang ini sudah hampir 90 persen warga Kota terlayani. “sejak tahun pertama, Pak Wali berani memberikan anggaran besar pada Dinas sosial untuk jaminan kesehatan sebesar Rp9 Miliar per tahun dan sekarang sudah Rp16 M per tahun,” kata mantan

Kadis Sosial yang kini menjadi Kadis Naker, Nixon Rahman. Menurut dia lagi, program UHC ini pada 2018 mendapatkan Award dari Pemerintah Pusat, karena program ini hanya ada di Kota Gorontalo dan di era Marten Taha.

Selanjutnya Nixon cerita bagaimana ketika pertama kalinya dilantik, semua Dinas was-was, maklum pertarungan di Pilwako sangat keras, dalam bayangan Nixon pasti program-program pemerintah akan menganaktirikan rakyat yang tak mendukung Marten Taha, tetapi ternyata semua program di Dinas Sosial tak membedakan mana pendukung beliau dan mana yang menjadi musuh ketika Pilwako.

“Pemerintahan beliau semua program dilaksanakan sesuai prosedur, normatif dan tak boleh ada pertimbangan politik,” tutur Nixon. Hal itu kata Nixon lagi, mereka bisa bekerja nyaman, tenang dan tak ada tekanan.

Program lainnya adalah bantuan untuk bencana kebakaran, setiap warga Kota yang mengalami musibah kebakaran maka perintah akan memberikan bantuan untuk membangun kembali rumahnya.

Selama pemerintahan Marten, rakyat juga dapat Bantuan Pangan Non Tunai Daerah (BPNTD) berupa beras dan telur setiap bulan kepada 2.000 Kepala Keluarga miskin melalui APBD Kota Gorontalo. (awal-46)


Komentar