Asuransi Gempita Bagi Petani Gorontalo

Gempita Gorontalo

RadarGorontalo.com – Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Gorontalo, memiliki solusi terbaik untuk mensejahterakan petani Gorontalo. Dari pemberian bantuan bibit, hingga memberikan asuransi bagi petani yang telah gagal panen siap diberikan Gempita. Apalagi penduduk Gorontalo mayoritas berprofesi sebagai petani, tentunya harus ada jaminan kesejahteraan. Mengingat antara kebutuhan biaya hidup dengan penghasilan tidak berbanding lurus. Belum lagi hasil pertanian, yang sudah dikuasai tengkulak, membuat para petani tidak akan sejahtera. Suku bunga piutang yang diterapkan para tengkulak kepada petani, seakan mencekik pertumbuhan ekonomi petani Gorontalo. Bahkan hasil pertanian, sudah tergadai kepada tengkulak sebelum tiba masa panen. Dari hutang pengambilan bibit, pupuk dan biaya oprasional pembersihan lahan semua diambil dari tengkulak. Dengan perjanjian hasil panen akan diambil tengkulak, dengan harga dibawah standar harga pemerintah, dan suku bunga hutang 25 hingga 45 persen. Ironisinya sebagian besar petani, hanya menunggu selisih pembayaran hasil panen yang diberikan tengkulak, dengan potongan bunga hutang cukup tinggi.

Padahal penyumbang inflasi tertinggi di Gorontalo, dari data yang dirilis Bank Indonesia (BI) berada di bidang pertanian. Namun pertumbuhan ekonomi itu, hanya ada pada tengkulak bukan pada petani. Koordinator Gempita Wilayah Provinsi Gorontalo Dahlan Usman, mengatakan saat ini lahan yang dibawah binaan Gempita Gorontalo, sebanyak 25.625 ha. Jumlah lahan itu tersebar di empat kabupaten seperti Kabupaten Pohuwato 6.600 ha, Boalemo 12.50 ha, Kabupaten Gorontalo 1.650 ha dan Kabupaten Gorontalo Utara kurang lebih ada 5 ribu lebih hektar. “Semua kelompok tani, yang dibawah binaan Gempita akan dibina dan diberikan pupuk gratis,” ujarnya sembari menambahkan, begitu juga dengan petani yang mengalami gagal panen akan diberikan asuransi, minimal pengembalian biaya oprasional.

Dijelaskannya, sebagian besar petani di Gorontalo bergantung pada tengkulak. Karena dari pengadaan bibit, pupuk hingga racun pembunuh hama diambil dari tengkulak dengan pembicaraan yang disepakati. Melihat kondisi ini, kemudian Gempita hadir dengan memberikan solusi terbaik bagi petani. “Sudah saatnya petani harus sejahtera dan terlepas dari cengkraman tengkulak,” urainya.

Menurut Dahlan, dalam waktu dekat ini ribuan bibit jagung, padi dan bibit kebutuhan pokok akan dikucurkan Gempita, kepada petani yang berada dibawah binaan Gempita Gorontalo.

Sementara itu Koordinator Gempita Bone Bolango Rosihan Kaluku, mengajak para pemuda Bone Bolango untuk bisa bertani, dan memanfaatkan lahan tidur yang ada. “Pemuda bertani itu kekinian, dengan Gempita petani bisa senyum dan menikmati hasil panen sendiri,” tukasnya. (rg-60)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.