oleh

Awas!!! Flu Singapura

Ilustrasi : Anwar/RG
Ilustrasi : Anwar/RG

GORONTALO (RadarGorontalo.com) – Wakil Walikota Budi Doku mengingatkan kepada warga masyarakat kota Gorontalo, mengenai wabah flu singapura. Penyakit ini sudah mulai masuk ke Kota Gorontalo, setelah beberapa pekan lalu menyerang anak warga Kelurahan Pulubala, Kecamatan Kota Tengah. Orang tua anak tersebut sempat diwawancarai RADAR GORONTALO, dan menyatakan kebenaran akan gejala flu singapura. “Semacam bintik-bintik merah diseluruh tubuh, hingga ke mulut. Mo bilang sariawan bukan, sarampa bukan. Setelah di cek, ternyata anak saya menderita flu singapura,” kata Rulli, warga Kelurahan Pulubala.

Nama flu singapura itu sendiri dijelaskan Wawali berasal dari fenomena Singapura di masa lalu. Yang mengakibatkan ledakan penyakit hingga lebih dari 2.600 kasus, bahkan beberapa diantaranya menyebabkan kematian. “Nah, karena kejadian tersebut menghebohkan dunia, maka terkenallah penyakit ini dengan nama Flu Singapura,” jelas Wawali.

Flu singapura adalah penyakit yang menyerang tangan, kaki dan mulut. Umumnya penyakit ini terjadi pada anak-anak usia 1 sampai 10 tahun. Dan kata Wawali, Ini termasuk jenis penyakit infeksi yang mudah menular. Penyebab virus yang menularkan flu singapura adalah coxsackievirusa. “Bahasa medisnya dikenal sebagai Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) atau Penyakit Kaki, Tangan dan Mulut (KTM). Umumnya menyerang anak-anak dan dapat dikatakan tidak berbahaya. Namun jika terjadi komplikasi, penyakit ini dapat membuat penderita meninggal dunia,” terang Wawali yang juga mantan dokter ahli virus itu. Dimulai dengan demam dan munculnya ruam di mulut berupa bintik-bintik merah (sariawan), yang kemudian menjadi luka. “Bila mendapati gejala tersebut, waspadalah, bisa jadi itu flu singapura atau HFMD,” tambahnya.

Pada Negara dengan empat musim, puncak penyakit ini terjadi pada akhir musim panas dan awal musim gugur. Kasus Flu Singapura di Amerika Serikat cenderung terjadi setiap 3 tahun. Di Indonesia sendiri belum ada data nasional yang pasti, namun setidaknya setiap hari selalu ada satu hingga dua kasus Flu Singapura yang terjadi. (rg-63)


Jangan Lewatkan

Komentar