oleh

AWAS, Jembatan Pilolalenga Nyaris Roboh

DUNGALIYO (RG) – “Jika sekali lagi, ada arus deras, banjir atau hujan yang berkepanjangan mengguyur desa kami, maka jembatan Pilolalenga ini, tidak dijamin apakah masih bertahan, atau roboh,” demikian, keluhan Kepala Desa (Kades) Pilolalenga, kecamatan Dungaliyo kabupaten Gorontalo (Kabgor), Irwan Dehi dan sejumlah masyarakatnya, kepada anggota tim dapil III Kabgor A, Arifin Djakani, saat meninjau kondisi dari jembatan Pilolalenga itu, seusai reses di desa Ambara di kecamatan yang sama, Senin (14/2) sore.

Informasi yang dihimpun koran ini, kondisi jembatan Pilolalenga tersebut, mengalami longsor pada salah satu abutmen atau kaki penyangga-nya di bagian selatan, yang diduga karena hujan dan aliran air sungai yang deras dibawahnya, sekitar akhir Januari 2022 lalu.

Pun demikian, di bagian utara dari jembatan yang dibangun sekitar tahun 2008 silam itu, turut terdampak retakan. Padahal, pada 2020 lalu, masyarakat sudah rela secara swadaya mengumpulkan dana, untuk memperbaiki abutmen di sisi utara dari jembatan tersebut.

Olehnya, hingga Senin (14/2) sore kemarin, kondisi jembatan itu, hanya bisa dilalui oleh sepeda motor dan bentor. Karena, tidak lagi mempunyai ruas jalan yang cukup untuk dilalui mobil. Bahkan, sekalipun dipaksakan untuk bisa dilalui mobil, meski berukuran kecil, dikhawatirkan jembatannya akan roboh.

“Olehnya, kami berharap, sesegera mungkin, jembatan (Pilolalenga) ini, beroleh perbaikannya dari instansi pemerintah terkait,” harap Kades Pilolalenga, dan masyarakatnya.

Menyikapi keluhan Kades dan warga Pilolalenga itu, Anggota tim dapil III Kabgor A, Arifin Djakani, mengaku sesegera mungkin akan berupaya memperbaikinya, dengan berkoordinasi bersama instansi terkait.

“Karena bagaimana pun, jembatan Pilolalenga ini, merupakan akses transportasi yang sangat dibutuhkan masyarakat, dan saling menghubungkan, antara kecamatan Dungaliyo dan Bongomeme Cs, hingga ke kecamatan Biluhu cs,” jelas Arifin Djakani. (ayi)


Jangan Lewatkan

Komentar