oleh

Awas Sanski Partai Golkar, Hendra: Rasa-rasa Jo

-rgol.id-341 Pengunjung

RGOL.ID.GORONTALO – Partai Golkar Kabupaten Gorontalo memang lagi menjadi pembicaraan yang menarik diberbagai tokoh.

Hal itupun Diakui Hendra Hemeto bahwa partai Golkar lagi seksi-seksi nya dibahas saat ini karena sebentar lagi, partai yang dipimpinnya itu akan menggelar Musda X.

” Itu biasa, sebagai partai besar. Saya menganggap itu bagian dari dinamika,” ucap Ketua DPD Golkar Kabupaten Gorontalo itu menyusul tak hadirnya sebagian besar PK dan fraksi Golkar dirapat Sabtu kemarin.

Namun demikian kata Hendra, partai besutannya itu juga segera akan mengambil sikap tegas akan tidak hadirnya mereka.

” Partai tentu punya sikap tegas yang diatur dalam mekanisme dan peraturan organisasi atau PO,” ujarnya.

Mekanisme seperti itu misalnya, teguran lisan, lalu menyurat dalam bentuk SP 1, SP 2 dan SP3 sanksi pemberhentian. ” Ingat DPD Golkar Kabupaten Gorontalo pernah memberhentikan kadernya melalui mekanisme itu, terlepas dari apa perbuatannya,” ujar Hendra.

Disisi lain pula sebenarnya kalau berbicara organisasi. Yang dihargai bukan individu, namun partainya.
Apalagi rapat kemarin adalah perpanjangan rapat pleno diperluas partai Golkar DPD Provinsi Gorontalo dalam hal ini Ketua Rusli Habibie.

” Itu tindak lanjut rapat Moodu, dimana dalam rapat pleno diperluas itu ada beberapa agenda. Yakni mendukung Ketua Umum Airlangga Hartanto sebagai Calon Presiden, vaksinasi untuk kader partai Golkar, barulah yang ketiga evaluasi.” Ujarnya.

Evaluasi pun kata Dadang, sapaan akrabnya adalah mengevaluasi kinerja fraksi, PK bahkan termasuk dirinya.
” Kita adalah partai terbuka. Jika ada evaluasi fraksi dan PK. Saya selaku ketua pun siap dievaluasi. Artinya kita buka-bukaan. Terlepas ada kekurangan dan kelebihan seseorang itu semua kita buka dalam rapat,” tegasnya lagi.

Namun jika memilih tak hadir seperti itu, itu sama sekali tak mencerminkan seorang kader partai Golkar yang terbuka.

” Jujur banyak laporan. Bahkan sewaktu Pilkada, semua ada catatannya. Namun saya selalu sabar dan bilang sama teman-teman. Biarkan saja, tapi toh juga begitu balasannya,” ujar Hendra.

Dirapat kemarin kata Hendra bahkan ada hanya mobil para Aleg DPR lalu lalang. ” Ada 1-2 mobil yang lewat. Hanya memantau mungkin.” Tambah Hendra.

Dengan ini dirinya akan melaporkan hal tersebut kepada Ketua DPD 1 Golkra Rusli Habibie, bahwa pleno diperluas mereka memilih tak hadir.

Kalau soal Musda dalam andangan Hendra. Jika kita berbeda pendapat dan pandangan itu nanti. Sebab Musda ada waktunya. Kalau hari ini secara de facto dan de Jure dirinya yang masih diberikan mandat Musda 5 tahun lalu sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Gorontalo yang sah.

” Soal dukungan saya terus turun. Dan banyak yang masih menginginkan saya memimpin partai ini. Sebab prestasinya ada. Wabup dan hal hal lainnya. “Jadi rasa rasa Jo ! ” Tegas Hendra. (Qn)


Komentar