RGOL.ID DEKOT –Rivay Bukusu menegaskan kalau dia tidak punya target ke kursi Walikota atau Wakil Walikota. Ambisi terbesarnya adalah menjadikan PPP sebagai partai pemenang Pemilu, ini baru prestasi. “Cukup satu kali tertunda, sebenarnya ambisi ini sudah harus terwujud pada Pileg 2019, namun meleset, karena hanya bisa rebut kursi Wakil Ketua Dekot.” kata Rivay Bukusu.

Sekarang posisi PPP berada di urutan kedua setelah Golkar hanya beda sedikit, makanya Rivay sangat yakin bisa menggeser Golkar pada Pileg nanti dengan target 7 kursi. Dari dapil 1, 2,3 PPP akan dapat dua kursi dari masing masing dapil, kecuali dapil 4 hanya satu kursi.

” Saya tidak bicara asal asalan, anda bisa lihat sendiri bagaimana kekuatan PPP kali ini, kita punya materi yang bagus bagus, dan mereka petarung,” kata Ayi.

Menurut dia lagi, pada Pileg lalu, PPP kehilangan kursi dari Dapil 1 dan nanti dari dapil ini PPP akan dapat dua kursi. Adhan sendiri pernah mengataka kalau Rivay Bukusu akan menjadi Ketua Dekot.

Tidak hanya sampai di situ, Rivay juga mentargetkan dua kursi untuk Deprov, satu kursi yang sekarang diduduki AW Talib harus dipertahankan, karena itu basis basis AW Talib tidak akan diganggu.

Sentara dr.Yanti harus mencari lahan garapan baru, setidaknya istri Ketua DPC PPP ini sudah punya modal 700 KK lebih yang merupakan pemilih baru dari PPP dan jumlah ini riel karena PPP telah merangkul mereka dengan program yang sangat kuat.

Kembali pada Pilwako, Rivay kembali menegaskan, PPP hanya ingin membuat sejarah untuk partai pertama yang mampu mengakhiri kekuasaan Golkar di Kota Gotontalo.

Memang ada juga keinginan untuk menyamai Golkar yang bisa merebut kursi Walikota dan Ketua DPRD, namun kata Ayi dia tidak ingin konsentrasinya terpecah. PPP harus bisa dapat modal dulu. Kalau kursi Ketua DPRD sudah di tangan maka mudah merebut kursi Waliota.

” Kita juga punya Cawali yang handal, Ka Idi akan kita turunkan di Pilwako,” katanya. Ditanya bagaimana dengan dirinya, Rivay tersenyum. ” pokoknya bagitu dulu, target Ketua Dekot, kalau itu tercapai dan pak Idris tidak jadi maju di Pilwako, baru ana bapikir ulang, ” kilahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.