oleh

Ayo, Pahami PUG (Pengarusutamaan Gender) Lebih Mendalam

RGOL.ID, Gorontalo - Tidak dipungkiri, perwujudan akan Pengarusutamaan Gender (PUG) atau strategi dalam mengakomodir kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Dalam mendapatkan pelayanan pemerintah, maupun sebaliknya, keterlibatan mereka pada pembangunan, masih kerap tidak sesuai dengan harapan. 
Karena disatu sisi, banyak pihak yang telah memahami apa itu PUG. Namun disisi lain, dalam mewujudkan PUG itu sendiri, acapkali tidak bersesuaian dengan kenyataannya dilapangan. 

Karena sejatinya, terkait PUG ini, setiap strategi penjabarannya, penting dipahami lebih dalam dan sedetail mungkin. Karena, sebuah hal kecil saja, bila tidak mengakomodir kesetaraan atau pemanfaatannya, baik oleh kaum perempuan maupun laki-laki. Maka, pelaksanaan PUG di sebuah daerah dinilai belum berjalan optimal. 

Dicontohkan oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Gorontalo, Irhamna Dumbi, misalnya PUG pada sektor infrastruktur, berupa proyek pembanguan sebuah perkantoran. "Jika, pada proyek pembangunan perkantoran itu, ada bangunan tangga masuk yang tidak bisa dilangkahi oleh perempuan. 

Mungkin karena keseharian perempuan itu, biasa menggunakan pakaian rok. Sehingga, bangunan tangga yang dibangun, hanya bisa digunakan oleh kaum laki-laki. 

Maka, pelaksanaan PUG untuk sektor infrastruktur di daerah tersebut, akan dinilai belum optimal." ujar Irhamna. Olehnya, Irhamna berharap lagi, kepedulian untuk pelaksanaan PUG ini, perlu mendapat dukungan dan koordinasi dari semua SKPD, stakeholder dan peran aktif semua masyarakat di daerah tersebut. 

"Karena, satu sama lain saling bersinergi. Yang tujuannya, tercipta kesetaraan gender, antara kaum laki-laki dan perempuan, dalam melakoni setiap program dan kegiatan. Hingga pada realisasi kebutuhan yang setara, bagi masyarakatnya sendiri." jelas Irhamna Dumbi. (ay1)

Komentar