oleh

Bandara Pohuwato Yakin Terwujud

Syarif Mbuinga saat menemui langsung Dirjen badanr Udara Kemenhub RI terkait status alokasi  pembangunan Bandara pohuwato. (Foto : Ilyaz/RG)
Syarif Mbuinga saat menemui langsung Dirjen badanr Udara Kemenhub RI terkait status alokasi
pembangunan Bandara pohuwato. (Foto : Ilyaz/RG)

RadarGorontalo.com – Walaupun sudah ada informasi, program kelanjutan Bandara Pohuwato sudah diujung tanduk alias tak tercover dalam APBN tahun 2016. Namun Bupati syarif Mbuinga terus berjuang, agar program yang telah memasuki proses lelang di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI bisa berbuah manis.

Kebijakan pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) di APBN oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, membuat sejumlah rencana pembangunan infrastruktur di daerah tertunda. Hal ini membuat Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga langsung “berkelana” ke sejumlah Kementerian. Bahkan untuk memastikan alokasi APBN untuk Pohuwato, Syarif rela mendatangi satu-satu dari Dirjen ke Dirjen, dari deputi ke deputi.

Blusukan ke segenap kementerian ini tentu saja bukan hanya mengamankan alokasi APBN ke daerah Pohuwato. Maklum saja, sejumlah infrastruktur terus dibangun di Pohuwato yang bersumber dari APBN. Salah satunya adalah realisasi kelanjutan pembangunan Bandara Pohuwato di Kecamatan Randangan.

Mendatangi Dirjen Bandar Udara Kemenhub RI, Syarif harus menelan pil pahit. Pembangunan bandara yang merupakan mimpi dan idaman rakyat senilai 55 miliar hilang akibat kebijakan pemotongan APBN tahun 2016. “Padahal, sudah proses lelang, tapi masih banyak jalan menuju ke Roma,” jelas Syarif Mbuinga sesaat setelah keluar dari gedung Kemenhub RI.
Menurut Syarif, lenyapnya alokasi pembangunan Bandara Pohuwato yang sudah didepan mata ini bukan akhir dari segalanya. Bahkan hal ini merupakan tantangan yang harus terus diperjuangkan dengan segenap jiwa raga. “Jika untuk kemaslahatan masyarakat Pohuwato, tak masalah jika harus berjuang kembali dari nol,” tandas Syarif optimis. (RG-55)


Jangan Lewatkan

Komentar