Banding ke PTTUN, MATAHARI Gugat Panwaslu

konferensi pers yang dilakukan tim advokasi hukum dan pemenangan MATAHARI.

RadarGorontalo.com – Tim pemenangan dan advokasi hukum pasangan Marten Taha – Ryan Kono, siap melakukan banding ke PTTUN Makasar atas putusan Panwaslu Kota Gorontalo yang meminta KPU Kota Gorontalo, menggugurkan pasangan yang dikenal dengan jargon MATAHARI itu. Bahkan atas putusan itu, Panwaslu akan digugat MATAHARI ke DKPP, karena dianggap menyalahi kode etik.

“Semua dalam pertimbangan yang terungkap dalam persidangan, banyak yang diabaikan. Sehingga sangat merugikan tehadap kami sebagai pihak terkait. Bukti yang terungkap dalam persidangan diabaikan, tidak di jadikan sebagai bahan pertimbangan oleh Panwaslu. Kemudian mengenai pihak yang berwenang, itu juga multi tafsir, untuk dokumen luar negeri, bisa di legalisir perwakilan negara yang ada di Indonesia. Tapi bagi panwaslu itu diabaikan, dan menafsirkan sendiri. Ijasah milik Ryan Kono itu ada sekolahnya, di verifikasi oleh pihak KPU, tapi juga diabaikan. Berita acara verfikasi ada, tapi diabaikan oleh panwaslu,” terang Herson Rahman.

Aroman Bobihoe menambahkan, putusan yang dilakukan Panwaslu itu dihargai, hanya saja dirinya meminta, kesalahan yang dilakukan penyelenggara, itu tak bisa dibebankan pada pasangan calon. “Etika demokrasi harus kita junjung tinggi. Kami akan naik banding untuk mencari keadilan, jangan keselahan penyelenggara di bebankan pada kami,” singkatnya.

Dari Sekretaris Tim Pemenangan MATAHARI Totok Bahtiar menjelaskan, Panwaslu Kota Gorontalo harus berlaku adil. Kalau hitam haru nyatakan hitam, dan jangan bibalikkan. “Tim pemenangan MATAHARI, prinsipnya tidak pernah akan mundur selangkah pun.

Karena dalam aturan yang ada, kami diberikan waktu tiga hari ke PTTUN. Paling lambat, kami akan melakukan gugatan banding terhadap putusan panwaslu. Entah kenapa panwaslu terkesan susah dilakukan komunikasi, bahkan saat dimintai hasil putusan, mereka sudah tidak ada di kantor. Padahal dari kami, kami tidak akan melakukan perlawanan berlebihan, pengerahan masa besar-besaran. Karena kami menghargai, dan mengedepankan stabilitas daerah. Besok jam 09.00 WITA kami sudah terima ptusan hasil sidangnya. Kalau sampai lewat jam sembilan, maka jangan salah kami, karena itu jadi alasan kami lakukan banding. Ini jadi tanda tanya besar, ada dengan panwaslu,” terang Totok Bahtiar.(rg-62)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.