ilustrasi (Anwar/RG)
ilustrasi (Anwar/RG)

Wilayah Randangan juga Rawan 

RadarGorontalo.com – Banjir di Kecamatan Bilato dan Kecamatan Buliyohuto, memang sudah surut. Tapi bukan berarti bahaya sudah selesai. Pilihan terbaik adalah, merelokasi pemukiman warga ke tempat lebih tinggi. Disisi lain, banjir juga masih mengintai beberapa daerah, diantaranya Kabupaten Pohuwato, sebagian Bone Bolango dan Kota Gorontalo.

Menurut Olden Winarto Jahja Humas Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) II Gorontalo, saat berbincang belum lama ini, khusus untuk banjir di Desa Bilato dan Juria, sebaiknya di relokasi saja. Pasalnya, posisi pemukiman warga berada di bawah ketinggian maksimal air, dan menjadi daerah paling rawan paparan banjir. Tanggul yang ada, tidak menjadi solusi. Dan kalau bicara anggaran pembangunan, jauh lebih kecil biaya relokasi, ketimbang harus mempertinggi tanggul yang sebenarnya juga tak menjamin kedua desa itu bebas banjir. “debit air kala 10 – 20 tahun sudah ada perhitungannya. Penyempitan dan pendangkalan sungai akibat sendimentasi tiap tahun, juga menjadi penyebab banjir,” ungkapnya.

Disisi lain, Olden mengingatkan, setelah banjir di Kabupaten Gorontalo, bencana serupa masih mengintai Kota Gorontalo. Wilayah Siendeng dan sekitarnya, masih rawan. Air masuk dari Sungai Bolango dan Sungai Tapodu. Antisipasinya adalah pekerjaan IP 551 di Sungai Bolango dan Kanal Tapodu untuk jangka panjangnya. Kawasan Panigoro dan pertokoan juga rawan. Disarankan, untuk memperbaiki saluran yang tersumbat oleh sampah, dan sendimen. Serta mempersiapkan pompa air setiap waktu, untuk mengantisipasi jika terjadi genangan.

Banjir juga mengintai Kecamatan Randangan di Kabupaten Pohuwato. Penggundulan hutan menjadi pemicu utama. Menurutnya, di beberapa wilayah termasuk Pohuwato, ada kekhawatiran, gundulnya hutan mengakibatkan daerah tangkapan air berkurang. Tak cuma banjir, tapi juga bencana kekeringan bisa terjadi. “di kawasan-kawasan itu, kalau hujan banjir, dan bila kemarau cadangan air tidak ada. Karena daerah tangkapan air di puncak, sudah jauh berkurang,” pungkasnya. (rg-34)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.