oleh

Banyak janda Muda, Cerai Tembus 6000 kasus

ilustrasi (Anwar/RG)
ilustrasi (Anwar/RG)

RadarGorontalo.com – Angka kasus perceraian per tahunnya di Provinsi Gorontalo, lebih dari 1000 kasus per tahunnya yang diputus oleh pengadilan. Itu belum dihitung dengan jumlah gugatan cerai yang diajukan. Bahkan menurut Panitera Pengadilan Agama Gorontalo Taufik H. Ngadu, MH, kalau dirangkum seluruh data perceraian dari seluruh pengadilan agama kabupaten/kota, angkanya bisa tembus 6000 gugatan cerai. Menariknya, gugatan cerai rata-rata datang dari pasangan muda.

Di pengadilan agama Kota Gorontalo yang membawahi Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango saja, dari 2015 hingga bulan Juli 2016, tercatat sudah ada 1.172 perkara gugatan cerai yang ditangani. Dengan rincian, 2015 sebesar 1.172 perkara, sementara untuk tahun 2016 hingga bulan Juli mencapai 505 perkara. Dijelaskan Taufik, untuk tahun 2015 itu, dari total 1.172 gugatan perceraian 783 perkara dan 389 permohonan waris dan dispensasi.

Untuk tahun 2016 ini kata Taufik permohonan yang masuk 505 perkara gugatan. Dijelaskannya, sebagian besar yang mengajukan gugatan perceraian itu, umur 25 tahun kebawah. Dan peringkat dua diduduki oleh gugatan cerai dengan umur pasangan 40 tahun kebawah. “Alasan mereka berbagai macam variasi, ada yang berdalih gara-gara ekonomi dan ada juga pengaruh miras hingga menyebabkan KDRT,” ketusnya. Bahkan kata Taufik, dari sekian banyak yang mengajukan gugatan perceraian, ada juga pasangan baru seumur jagung yang sudah mengajukan gugatan perceraian. “Umur pernikahan mereka dua tahun hingga lima tahun pernikahan,” timpalnya lagi.

Sebelumnya, Radar Gorontalo pernah menulis, sesuai data yang diperoleh dari Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo, sedikitnya ada 1417 kasus perceraian yang diputus selang tahun 2014, dan ditahun berikutnya 2015 menurun 1461 kasus. Dari data itu, sebab perceraian tertinggi diakibatkan ketidak harmonisan yang menembus angka 568 kasus, tertinggi kedua adalah pasangan tidak bertanggung jawab, 237 kasus dan ketiga perhugelan alias selingkuh 218 kasus. Menariknya lagi, soal poligami yang menjadi perdebatan hingga saat ini, justru berada pada posisi terendah penyebab perceraian hanya 5 kasus. (rg-60)


Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar