®Reporter : RAGORO

RGOL.ID (GORONTALO) – Dari Pemilu ke Pemilu belum ada satu Caleg pun dari Dapil Kota yang suaranya lebih dari 10 ribu. Dari catatan yang ada baru ada 3 nama yang bisa meraih suara besar itu pun tidak capai 10 ribu.

Mantan Walikota Gorontalo Adhan Dambea, tercatat paling besar raihan suaranya, kalau tak salah pada Pileg 2019 kemarin, dia mendapatkan 9. 900 lebih hamoir 10 ribu.

Sebelumnya pada Pileg 2014, mantan Wawali Kota Gorontalo Feriyanto Mayulu meraih suara 9.500 yang disusul Alufuddin Jamal dengan meraih 9.250.

Selain memiliki popularitas dan elektabilitas mereka juga memiliki dana yang cukup besar, dan hasilnya suara mereka tidak bisa tembus 10 ribu.

Sekarang ini dengan dana 500 juta, nampaknya sulit untuk bisa mendapatkan kursi di Deprov apalagi bagi pendatang baru.

Sekali lagi, selain dana, seorang Caleg butuh penguasaan teretorial Kota Gorontalo, dari catatan yang ada, sejumlah pendatang baru yang lolos pada Pileg 2019, harga kursi mereka ada 700 juta bahkan ada yang lebih 1 M.

Jadi kalau dana pas – pasan, lebih baik simpan saja, dari pada hanya menjadi penyumbang suara.

Dari sejumlah pendatang baru, yang kelihatan punya peluang besar lolos adalah Ekwan Ahmad, memang untuk Deprov ada peluang untuk menggeser incumbent.

Sebenarnya ada nama lain yang juga bisa menyamai pendahulunya, dia adalah dr. Budi Doku, mantan Wakil Walikota ini punya potensi besar, andai dia serius, tetapi kemarin, CBD mulai didorong oleh teman temannya untuk serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.