oleh

Bawaslu Gorontalo : 3 Daerah Masuk Zona Merah

ilustrasi (Anwar/rg)

Tambah Pasukan Jika Konflik Memanas

RadarGorontalo.com – Waktu pemungutan suara, tinggal beberapa hari lagi. Jika dilihat dari awal, Pilgub Gorontalo kali ini, terbilang paling hot. Bahkan mungkin tak kalah seru dibanding pilkada DKI Jakarta. Suhu politik terus memanas sejak genderang pilgub ditabuh. Saat penetapan pasangan calon peserta pilgub saja, aparat keamanan bekerja ekstra. Skenario pengamanan saat pemungutan suara hingga pasca, mulai disiapkan. Konon, mencegah hal-hal tidak diiinginkan, akan ada penambahan pasukan pengamanan dari luar daerah.

Menurut Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo Siti Haslina Said, dari enam kabupaten / kota, ada tiga diantaranya yang masuk zona merah. Atau memiliki tingkat kerawanan tinggi. “Jika sesuai dengan pelanggaran yang ditangani Panwas, Kota Gorontalo, Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo termasuk dalam zona merah,” ujar Haslina Said, saat dihubungi Radar, Kamis (2/2).

Dijelaskannya, untuk mengefektifkan pengawasan saat pemungutan dan perhitungan suara, pihaknya sudah merekrut pengawas lapangan sebanyak 1.979, yang tersebar diseluruh TPS. Untuk pengamanan sendiri kata Haslina, itu sudah tanggungjawab Kepolisian, termasuk persoalan penambahan pasukan pengamanan. “Bukan domain Bawaslu untuk mengintervensi Kepolisian. Kita hanya menghubungi Kepolisian, jika ada aksi atau demo di Bawaslu,” urainya. Bahkan kata Haslina, sejak kasus penyerangan di Kantor Bawaslu beberapa waktu lalu, Kantor Bawaslu sudah dijaga ketat oleh Kepolisian. “Untuk pengamanan sendiri tanpa diminta, sudah dilakukan Kepolisian. Jadi sekarang kami merasa sudah aman dan kami juga saat ini belum merasa terancam,” ketusnya.

Sementara itu Waka Polres Gorontalo Kota Kompol Jibrael Bata, mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pada proses pelaksanaan pungut hitung suara, pihanya sudah menyiapkan puluhan personil pengamanan. “Dari Sabhara Polda ada 90 Anggota untuk pengamanan di Kota Gorontalo, ditambah lagi dengan 30 BKO Primob Polda Gorontalo. Meraka ini nantinya pada saat hari pemungutan akan diturunkan semua” ujarnya.

Lebih lanjut kata Jibrael, dalam proses ataupun tahapan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo ini, belum terlalu mengkhawatirkan akan terjadi konflik besar. Hingga saat ini, tingkat kerawanan sudah pada posisi lampu hijau dan diharapkan tidak sampai lampu merah. “Kalau lampu hijau artinya masih biasa-biasa, kalau lampu kuning sudah mulai siaga dan kalau sudah lampu merah berarti sudah terjadi konflik besar dan butuh pengamanan ekstra ketat dan itu pasukan Brimob yang di depan,” urainya.

Saat ditanya apakah akan ada penambahan pasukan dari luar daerah? Menurutnya, tergantung konflik yang terjadi. Jika konflik sulit untuk diredam maka tentunya sudah pasti akan ada BKO Brimob dari luar daerah. “Namun kita berharap hal itu tidak akan terjadi. Karena Gorontalo identik dengan adat istiadat yang kuat, sehingga sangat menjaga tata krama,” harapnya. (rg-60)


Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar