Bea Cukai Gorontalo Musnahkan 11.650 Liter Miras dan 126.240 Batang Rokok Ilegal

RGOL.ID, GORONTALO – Bea Cukai Gorontalo kembali mengadakan kegiatan pemusnahan Barang Yang Menjadi Milik Negara (BMMN) hasil penindakan eks kepabeanan dan cukai.

Pemusnahan yang dilaksanakan di Halaman Belakang Kantor Bea Cukai Gorontalo, Rabu, (6/3/2024) kemarin, sebagai wujud transparansi kepada masyarakat.

Kepala Kantor Bea Cukai Gorontalo, Ade Zirwan menyampaikan barang-barang yang akan dimusnahkan adalah barang-barang hasil penindakan kepabeanan dan cukai yang telah berstatus menjadi BMMN.

Barang tersebut terdiri atas barang kena cukai serta barang-barang tertentu yang memiliki sifat konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya mempunyai dampak negatif kepada masyarakat atau lingkungan hidup, dan/atau barang yang beredar ilegal di masyarakat.

Ade Zirwan menyampaikan, pada tahun 2023, Bea Cukai Gorontalo telah berhasil melakukan 42 kali penindakan Hasil Tembakau Ilegal dan 2 kali penindakan Minuman Mengandung Etil Alkohol Ilegal, serta berhasil mengamankan 11.650 liter minuman mengandung Etil Alkohol illegal, dan 126.240 batang rokok illegal dengan total nilai ditaksir mencapai Rp98.825.000, dengan potensi kerugian negara Rp84.815.760.

Ade Zirwan mengatakan, Barang Kena Cukai secara umum terdiri dari tiga jenis, yaitu Etil Alkohol atau Etanol, Minuman Mengandung Etil Alkohol atau biasa disebut dengan miras dan Hasil Tembakau seperti rokok, tembakau iris, cerutu dan sebagainya.

Pemusnahan sebagaimana tersebut di atas, dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara dibakar untuk hasil tembakau berupa rokok serta dengan cara dipecahkan ke dalam drum dan kemudian dibuang untuk botol minuman mengandung etil alkohol.

Kegiatan pemusnahan ini merupakan bukti nyata peran dan tugas Bea Cukai sebagai Community Protector yaitu melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal antara lain Minuman Mengandung Etil Alkohol (miras) dan Hasil Tembakau (rokok dan tembakau iris) yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, khususnya undang-undang nomor 11 tahun 1995 sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 39 tahun 2007 tentang cukai.

Selain itu juga demi mengamankan penerimaan negara yaitu Revenue Collector. Selain dilakukan pencegahan terhadap barang kena cukai ilegal, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK-237/PMK.04/2022 tentang Penelitian Dugaan Pelanggaran di Bidang Cukai atau ultimum remedium, Bea Cukai Gorontalo berhasil mengumpulkan penerimaan dari sanksi administrasi barang kena cukai ilegal tersebut sebesar Rp 137.506.000 atau sebesar 3 kali nilai cukai barang yang di tegah.

“dengan peran serta dan sinergi dari aparat penegak hukum lainnya, komitmen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan terus berupaya untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif konsumsi Barang Kena Cukai dan akan terus melakukan tindakan-tindakan pencegahan peredaran Barang Kena Cukai (BKC) ilegal yang berbahaya dan merugikan negara,” pungkasnya.

Sementara itu, selain dilaksanakan kegiatan pemusnahan, ditempat dan ditanggal yang sama juga dilakukan deklarasi dan penandatanganan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (ZI-WBBM) untuk Kantor Bea Cukai Gorontalo.

“Kantor Bea Cukai Gorontalo sebagai instansi dibawah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Kementerian Keuangan mendukung gerakan pemerintah dalam mewujudkan Birokrasi yang bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) melalui Pembangunan Zona Integritas,” tuturnya. (awl/fadhila)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.