Benih Bantuan Petani Dijual Bebas

Ratusan bantuan bibit jagung yang dipasok dari Sulut oleh Warga Padengo untuk diperjualbelikan kepada petani Gorontalo. (pian/rg)

Dipasok Dari Sulut, Untung Puluhan Juta

RadarGorontalo.com – Benih bantuan pemerintah yang sejatinya untuk para petani, justru diperjualbelikan. Keuntungan yang diraih pun menggiurkan, nilainya bisa capai puluhan juta. Seperti pengakuan AM alias Tune salah seorang warga Padengo Kecamatan Limboto Barat yang telah melakoni bisnis itu sejak 1994. Kendati benih bantuan yang diperjualbelikan itu dipasok dari Manado, tapi temuan ini sungguh ironis.

Saat mendatangi kediamannya, Jumat (7/7), kepada awak media yang hadir, AM alias Tune mengaku mengetahui, kalau praktek jualan benih jagung bantuan dilarang oleh pemerintah. Dan terhitung sejak 1994, sudah 23 tahun Tune menjalani bisnis ini. Modusnya cukup mudah, benih bantuan didapat dari pemasok di Manado Sulut, kemudian diangkut ke Gorontalo hingga kemudian dijual murah ke petani.

Soal untung jangan ditanya lagi. Dijelaskan Tune, benih jagung dari Manado, dibelinya seharga Rp. 350 sampai Rp. 400 ribu per satu kardus. Dalam satu kardus, berisi empat sak yang berat per saknya 5 Kg. Nah, kepada petani di Gorontalo, Tune menjualnya kembali seharga Rp. 120 ribu per saknya. Itu sudah sangat murah, kalau dibanding benih yang dijual di toko, per saknya mencapai Rp. 250 ribu, dan dalam satu kardus dijual sampai Rp. 1 juta bahkan lebih.

Sayang dari perbincangan kemarin, Tune belum membeberkan berapa banyak benih jagung yang dipasok dari Manado. Tapi jika merujuk dari penuturan Tune, yang mengaku nilai keuntungan capai puluhan juta, maka bisa jadi benih dipasok dalam jumlah sangat besar. Tune pun enggan menyebutkan, bagaimana cara dia mendapatkan benih tersebut, apakah ada perantara atau tidak.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Rahmat Pomalingo ketika diwawancarai kemarin turut prihatin dengan adanya penjualan bantuan pemerintah tersebut. “Bantuan Pemerintah itu tidak boleh diperjualbelikan dengan alasan apapun”, tegas Rahmat.

Disinggung soal ketersediaan bibit di Gorontalo, Rahmat mengakui jika di Gorontalo memang kekurangan bibit tetapi bukan berarti harus menjual bantuan tersebut karena itu menyalahi aturan yang ada. “Kami akan menurunkan tim untuk menindaklanjuti kejadian ini”,pungkas Rahmat. (RG-52)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.