®Reporter : RAGORO

RGOL.ID (DEPROV) – Komusi 1 Deprov masih tidak puas, ketidak puasa inilah yang dibawa pulang dari kunjungan ke PT. Biomasa di Popayato.

Seperti diketahui, tim Komisi 1 yang dipimpin Langsung oleh Ketua Komisi 1 AW Talib melakukan kunjungan ke perusahaan yang memproduksi Wood Pellet, dari kunjungan tanggal 16 Januari kemarin, diputuskan membentuk dua tim.

Tim yang terdiri dari instansi teknis bertugas untuk untuk memeriksa kondisi lahan garapan dari perusahaan tersebut.

Karena ternyata dari informasi yang diperoleh dari mantan Bupati Pohuwato Syarief Mbuinga bahwa areal seluas 27 ribu hektare itu diperuntukkan untuk kebun Kelapa Sawit dengan sistem plasma, itu artinya melibatkan petani lokal.

Tetapi nyatanya areal hutan tersebut hanya dimanfaatkan untuk pabrik Wood Pellet. Memang pihak PT. Biomasa mengatakan kalau apa yang mereka kerjakan di Popayato sesuai dengan ijin yang mereka miliki.

Tetapi Komisi 1 tidak percaya begitu saja, makanya mereka membentuk tim sendiri khusus untuk meneriksa dokumen perijinan yang dimiliki perusahaan tersebut. ” Secara resmi kami akan mengundang mantan Bupati Pohuwato untuk menjelaskan. Pembicaraan awal masuknya PT. Biomasa di Popayato,” kata AW Talib.

Menurut dia lagi, setelah ada hasil dari tim teknis, maka Komisi 1 akan membawa masalah ini ke pusat, karena merekalah yang mengeluarkan ijin dari PT.
Biomasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.