oleh

Bentuk Karakter Mahasiswa Berjiwa Wirausaha

Kuliah umum kewirausahaan yang diselenggarakan Fakultas Pertanian Unisan Gorontalo
Kuliah umum kewirausahaan yang diselenggarakan Fakultas Pertanian Unisan Gorontalo

Faperta Gelar Kuliah Umum Kewirausahaan

RadarGorontalo.com – Fakultas Pertanian Universitas Ichsan (Faperta – Unisan) Gorontalo menggelar kuliah umum kewirausahaan, yang dilangsungkan di aula lantai 3, Sabtu (24/9).

Tak tanggung, narasumber dalam kuliah umum yang mengangkat tema “Mengintip peluang bisnis di Provinsi Gorontalo” menghadirkan Rektor Unisan Gorontalo Dr. Abdul Gaffar La Tjokke, M.Si. Dalam sambutannya Dekan Faperta Milawati Lalla, SP, M.Si mengungkapkan berdasarkan data yang ada, presentase wirausaha di Indonesia hanya sebesar 1,56 persen dari total jumlah penduduk. Ini tentu masih dibawah negara – negara tetangga di kawasan ASEAN, seperti Singapura sebesar 7 persen, Malaysia sebesar 5 persen dan Thailand sebesar 4 persen. “Makanya tujuan dari kuliah umum kewirausahaan ini, adalah untuk meningkatkan jiwa wirausaha, membuka peluang bisnis dibidang pertanian. Tentu ini bisa menjadi pegangan kita terutama bagi mahasiswa setelah lulus dan itu sudah merupakan visi misi fakultas,” tutur Milawati.

Sementara dalam materinya, Dr. Abdul Gaffar La Tjokke, M.Si secara umum memberikan gambaran, memotivasi dan mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan peluang bisnis dibidang pertanian. “Berbicara kewirausahaan, ini wajib diprogramkan bagi seluruh mahasiswa, karena merupakan mata kuliah wajib di Unisan,” ujar Abdul Gaffar. Dikatakan Abdul Gaffar, dibandingkan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), menjadi seorang wirausaha justru akan lebih baik kehidupan kedepan. Apalagi, saat ini peluang untuk menjadi PNS semakin kecil.

Terkait kewirausahaan ini, dunia lewat PBB mengatakan bahwa negara maju itu akan terlihat bilamana 20 persen masyarakatnya adalah wirausahaan. “Soal hal ini, kita dapat melihat bahwasanya jumlah penduduk Indonesia yang mencapai kurang lebih 250 juta jiwa, 3 hingga 4,4 juta adalah pedagang kecil. Ini tentu berbeda jauh dengan Jepang yang jumlah pedagang kecilnya hanya sekitar 2 persen dan pedagang menengah sekitar 20 persen,” imbuh Abdul Gaffar. Makanya, pada kesempatan itu, Abdul Gaffar tidak hanya sekedar memberikan gambaran mengenai keberhasilan yang bisa diraih dengan berwirausaha, tapi juga ikut memberikan trik-trik ataupun langkah untuk kemudian menggenggam masa depan lewat wirausaha. (RG-56)


Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar