oleh

Kepala DPM-Pemdes Kukuhkan Relawan Bersinar Ulantha

-rgol.id-156 Pengunjung

Bone Bolango/ Gorontalo – Indonesia berada dalam kondisi darurat narkoba. Untuk menanggulanginya dibutuhkan upaya terstruktur, sistematis, dan masif. Tidak bisa dengan hanya mengandalkan satu dua instansi. Kesadaran akan bahaya dan penanggulangan narkoba harus dimulai dari tingkat masyarakat dan keluarga.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPM-Pemdes) Kabupaten Bone Bolango, Suleman Panigoro, S.Pd saat menghadiri sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Gedung Pertemuan Kantor Desa Ulantha, Kecamatan Suwawa, Rabu (21/09).

Suleman menyatakan, pembentukan satuan tugas relawan bersih narkoba atau Satgas Relawan Bersinar sangat vital artinya dalam melindungi dan menjaga masyarakat pedesaan dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Apalagi yang hadir sebagai peserta sosialisasi ini kebanyakan adalah remaja dan pelajar atau kaum milenial. Kaum milenial ini lekat dengan kecanggihan teknologi. Tiada hari tanpa mengakses internet. Di sisi lain, mereka juga merupakan penerus estafet pembangunan. Calon-calon pemimpin bangsa. Jangan sampai, masa depan bangsa ini rusak karena narkoba,” pesan pria yang akrab disapa Supa ini.

Dalam kesempatan ini Kepala DPM-Pemdes mengukuhkan sepuluh orang anggota Satgas Relawan Bersinar Desa Ulantha yang mayoritas diisi dari unsur pemuda. Kepada mereka, Suleman berpesan untuk selalu menjalankan amanah dengan ikhlas.

Menyaksikan pelantikan ini, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone Bolango, Abd, Haris Pakaya, S.Pd, M,Si. Dalam sambutannya, Haris menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Desa Ulantha yang telah mengalokasikan sebagian anggaran dana desa untuk sosialisasi P4GN.

“Status darurat narkoba oleh Presiden Joko Widodo adalah respons terhadap maraknya penyelundupan narkoba ke Indonesia. Di luar negeri, narkoba dijual murah, Cuma seharga 20 – 50 ribu rupiah per gram. Namun, ketika sampai di Indonesia harganya melonjak ratusan kali lipat,” terangnya.


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.