Berkas Pelantikan Dinilai Kurang oleh Lawan Pilgub, Tim Pemenangan NKRI : Hentikan Manuver Politik

Rusli Habibie – Idris Rahim bersama sejumlah tim pemenangan NKRI, berpose didepan gedung
Mahkamah Konstitusi, usai pembacaan putusan, Selasa (04/4).

RadarGorontalo.com – Pertanyaan Adhan Dambea bahwa berkas pengajuan pelantikan NKRI ke Kemendagri dinilai kurang dibantah oleh Karo Pemerintahan Pemprov, Slamet Bakari. Menurutnya, semua berkas sudah dilengkapi dan didampingi langsung oleh unsur DPRD Provinsi Gorontalo. “Semuanya sudah lengkap dan sudah diserahkan ke Kemendagri,” ujar Slamet.Sementara itu, lewat telepon

Anggota Komisi I DPRD Provinsi, Hamzah Sidik yang ikut serta pada penyerahan berkas NKRI ke Kemendagri menjelaskan bahwa perjalanan pengajuan berkas NKRI dimulai sejak Selasa (11/4) hingga Jumat (14/4). Artinya, dalam rentang waktu masih dalam rangka penyerahan berkas pengesahan gubernur dan wakil gubernur terpilih ke Kemendagri.

“Pada kunjungan pertama ke Kemendagri, ada diskusi kecil terkait tidak dan belum dilampirkan putusan inkrah. Namun, itu merupakan otoritas Kemendagri sendiri, kurang atau tidaknya berkas itu. Walhasil, besoknya kami melengkapi salinan putusan yang telah berkekuatan tetap,” kata Hamzah Sidik.

Kata Hamzah lagi, yang menyerahkan berkas tersebut yakni ketua dan wakil ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Paris Jusuf dan Hamid Kuna. “Hadir juga saat itu, saya sendiri (Hamzah Sidik) dan Biro Pemerintahan dan Biro Hukum Pemprov Gorontalo.

Ada tanda terimanya. Memang sebagian anggota DPRD yang hadir pada penyerahan pertama, tak hadir pada penyerahan kedua. Saya sarankan pak Adhan Dambea sebagai Ketua DPD Hanura Gorontalo untuk menanyakan langsung kepada pak Hamid Kuna, yang juga anggota DPRD dari Hanura,” kata Hamzah mengkritik Adhan Dambea.

Ditempat terpisah, Sekretaris Tim Pemenangan NKRI Ghalieb Lahidjun, dengan tegas meminta Adhan Dambea menghentikan manuver-manuver politiknya untuk mengganggu Rusli Habibie. “Hentikan manuver politik seperti itu. Jangan sampai muncul anggapan bahwa itu adalah ketidakmampuan jiwa menerima kekalahan dalam politik. Ini merupakan penyakit demokrasi yang sangat merusak harapan rakyat, dan gaya seperti ini adalah model politisi primitif,” tegas Ghalieb Lahidjun.

Lanjut katanya, sejak lama Adhan Dambea, sudah menaruh dendam politik yang tak terkendali terhadap Rusli Habibie. Buktinya, segala upaya dilakukan untuk menjegal dan mensabotase karir politik Rusli Habibie. “Namun alhamdulillah, publik Gorontalo tahu betul membedakan siapa politisi yang telah menorehkan karya bagi mereka dan siapa yang hanya selalu mencari manfaat dari konflik-konflik politik. Makanya, pak Rusli Habibie masih terus mendapatkan kepercayaan rakyat,” katanya.

Dirinya lantas meminta Adhan Dambea segera melakukan introspeksi diri atas beberapa bencana politik yang menimpanya mulai dari Pilwako, hingga Pilgub. “Ada baiknya membenahi cara berpolitik agar ke depan bisa mendapatkan kepercayaan rakyat,” kunci Ghalib Lahidjun. (rg-50)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.