oleh

BNNP Gorontalo Ajak Media Informasikan Bahaya Narkoba

RGOL.ID, Gorontalo – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo mengadakan diseminasi informasi bahaya penyalahgunaan narkoba melalui talkshow dengan menghadirkan 50 peserta dari unsur pekerja dan wartawan, bertempat di Rumah Makan Bale-Bale Kota Gorontalo, Kamis (12/9/2019).

Untuk kegiatan kali ini, BNNP mengangkat tema ‘Optimalisasi Peran Media Sebagai Fokal Point Dalam Penyebarluasan  Informasi Bahaya Narkoba dan Peredaran Gelap Narkoba di Provinsi Gorontalo’.

Aspidum Kejati Gorontalo, Sudiana mengangkat materi terkait proses hukum terhadap kasus-kasus narkoba di Gorontalo.

Mantan Kajari Boalemo ini menjelaskan bahwa pada tahun, pengguna narkoba di Provinsi Gorontalo masuk ranking 5 di Indonesia. Namun memasuki tahun 2019 ini, mengalami penurunana.

Sesuai data yang ada di Kejati dan Kejari se-Gorontalo, untuk kasus narkoba yang masuk di Kejati maupun Kejari dari Bulan Januari sampai sekarang berjumlah 128 kasus.

Jika data di BNN jumlah kasus yang masuk tahap rehabilitasi sekitar lebih kurang 800, berarti jika ditambahkan dengan 128 kasus yang ditangani Kejaksaan, jumlahnya mencapai lebih kurang 928 kasus narkoba di Gorontalo.

Memang kata Sudiana, untuk kasus narkoba ini, kejaksaan menerima dan memproses kasus yang masuk dari BNN dan Kepolisian, karena berdasarkan undang-undang Narkotika yang berhak melakukan penyidikan kasus Narkotika adalah BNN dan Kepolisian.

Sesuai data dari Kejaksaan, kasus narkoba yang terbanyak masuk ada di Kejari Pohuwato dengan 42 kasus, sedangkan yang masuk di Kejati baru 35 kasus dari penanganan Polda maupun BNN.

“kenapa banyaknya di Pohuwato, karena peredarannya dari Sulawesi Tengah lewat jalur darat di Pohuwato,” ujarnya. Kabid P2M BNNP Gorontalo, Abdul Muchars Daud menjelaskan diseminasi informasi melalui talkshow difokuskan kepada pekerja media karena media punya peran penting dalam penyebarluasan bahaya tentang narkoba.

Kegiatan-kegiatan BNN selama ini tidak akan tersebar luas, tanpa ada peran dan bantuan media. Sehingga itulah, BNNP menggandeng semua media untuk bisa berkontribusi dan mengambil peran menyebarluaskan informasi bahaya narkoba, agar masyarakat teredukasi dan tercerahkan, sehingga menjauhi narkoba.

Sementara itu, Kepala BNNP Gorontalo, Brigjen Pol. Drs. Oneng Subroto, S.H., M.H., mengatakan terbangunnya komunikasi, jenjang kerja dan kepedulian untuk melakukan pemecahan masalah narkoba di lingkungan pekerja dan unsur wartawan melalui kegiatan yang mendukung P4GN.

Selain itu, menyatukan visi misi dalam rangka memerangi narkoba, maka BNNP mengajak media untuk berperan mengedukasi bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat. “mudah-mudahan dengan adanya talkshow ini, saya berharap media massa bisa 100 persen menyiarkan masalah pencegahan, termasuk seluruh kegiatan P4GN bisa disiarkan,” tuturnya. (tut/tr-10)

Komentar