oleh

Bonebol Amankan Produksi Padi Sawah

-Bone Bolango-155 Pengunjung

RGOL.ID – Gorontalo, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bone Bolango (Bonebol) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (DPP) terus melakukan Upaya Khusus (Upsus) dalam mengamankan produksi padi sawah tahun 2019 ini.

Kepala DPP Kabupaten Bonebol, Roswaty Agus, mengaku dengan adanya irigasi Alale dan Lomaya yang mengapit Kabupaten Bonebol, memberikan keuntungan bagi petani sawah.

“Seharusnya kita tidak ada masalah soal pengairan sawah, karena kita memiliki irigasi Alale dan Lomaya,” kata Roswaty. Menurutnya, dengan lamanya musim kemarau melanda daerah ini, DPP Bonebol harus bekerja keras mengefisienkan penggunaan irigasi Lomaya, karena debit air di irigasi ini sangat terbatas.

Olehnya itu, untuk pencapaian luas tanam dan luas panen di tahun 2019, maka Upsus yang dilakukan DPP Bonebol adalah merekayasa sistem pengairan.

“Air yang berlimpah itu ada di irigasi Alale, maka kita lakukan transfer air ke saluran sekunder Padengo dengan bantuan mesin pompa air,” tambah Roswaty. Dalam upaya khusus tersebut, melibatkan brigade alsintan kecamatan dan kabupaten, serta bantuan BBM dari Kementerian Pertanian.

Jangkauan luas tanam yang ditargetkan melalui rekayasa sistem pengairan ini adalah 682 hektar, meliputi Kecamatan Kabila dan Tilongkabila. Sementara itu, pelaksana teknis Irigasi Lomaya-Alale, Iswan Eki, mengatakan untuk irigasi Lomaya debit air 800 liter per detik per hektar, dan irigasi Alale terdapat 11.000 liter per detik per hektar.

“Kondisi yang ada, irigasi Lomaya itu masuk kategori kritis dan air berlimpah di irigasi Alale,” terangnya. Kepala BPP Kecamatan Kabila, Mohamad Sidiq Pakaya, menjelaskan luas sawah yang pengairannya bersumber dari irigasi Lomaya 203 hektar.

“Hingga saat ini yang telah terealisasi luas tanam dari rekayasa pengairan irigasi Alale yakni 176 hektar yang meliputi Desa Poowo dan Poowo Barat,” tuturnya.

Sidiq melanjutkan, upaya rekayasa ini sangat dirasakan manfaatnya oleh para petani binaannya. Keberadaan air irigasi Alale membuat petani dapat menanam padi sesuai dengan jadwal hambur tanam yang telah di sepakati di bulan September 2019. (wal-46)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *