Bongo Minta Pisah Dari kabgor, Gabung Dengan Kota

ilustrasi (Anwar/RG)

RadarGorontalo.com  – Keinginan Warga Bongo untuk bergabung dengan Kota Gorontalo semakin besar. Letaknya yang sangat jauh dari Ibu Kota Kabupaten dan juga Ibu Kota Kecamatan, membuat Warga di sana sangat ingin menjadi bagian dari Kota Gorontalo yang letaknya sangat dekat.

Untuk mengurus apa saja semua serc mudah karena pusat pemerintahan sangat dekat. “kalau bisa pak Gubernur membantu agar keinginan warga Bongo bisa terwujud,” kata Yamin. Menurut Yamin lagi, keinginan itu sudah lama diaspirasikan etapi sampai sekarang masih jalan di tempat.

Selain berharap ada dukungan Gubernur, mereka juga sangat berharap ada dukungan dari Walikota untuk membicarakan itu dengan Bupati. Posisi Bongo sungguh tidak bagus, meski nanti Kabupaten Panipi sudah terbentuk, tetap saja Bongo akan sangat jauh dari pusat pemerintahan.

Sementara itu, Marten Taha Walikota Gorontalo memberikan Respons sangat positif. Menurut dia, tahun lalu warga Bongo sudah pula menyampaikan keinginan itu. “ketika saya menghadiri acara di sana, sejumlah tokoh di sana sudah menyampaikan aspirasinya,” kata Walikota. Namun demikian kata Walikota lagi, harus ditempuh ptosedur dan mekanisme yang tentunya sesuai, konstitusi, dan regulasi.

Sementara itu, Ketua Deprov Gorontalo, Paris RA Jusuf, mengaku sah-sah saja, bila ada keinginan dari warga desa di Bongo kecamatan Batudaa Pantai, yang menghendaki Bongo masuk dalam wilayah administrasi atau pemerintahan Kota Gorontalo. Disebabkan, agar rentang kendali, atau pelayanan pemerintahan lebih dekat dengan Kota Gorontalo, ketimbang ke Limboto ibukota Kabupaten Gorontalo.

Pun jika Batudaa, kelak menjadi ibukota kabupaten Panipi. “Tidak ada yang tidak mungkin, jika setiap aspirasi masyarakat itu, bersesuaian dan didukung oleh regulasi serta aturan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Namun saya mengharapkan, terkait aspirasi masyarakat Bongo berkeinginan wilayahnya menjadi bagian dari Kota Gorontalo, hendaknya lebih dulu di musyawarahkan untuk mencapai mufakat, dengan pihak-pihak yang berkompeten. Diantaranya, mendatangi lebih dahulu pak Bupati Nelson Pomalingo, setelah itu pak Walikota Marten Taha, untuk menyampaikan unek-unek dan segala aspirasinya.

Yang ditindaklanjuti dengan pertemuan pak Nelson sendiri, bersama pak Marten, serta institusi terkait,” ujar Paris, semalam. “Jika semua yang berkompeten telah terlibat, tinggal didukung dengan kesesuaian regulasi atau payung hukum yang mengaturnya. Sehingga, bila ini semua telah dijalani, dan telah terbuka peluang desa Bongo berpindah, atau menjadi bagian dari wilayah Kota Gorontalo, insya Allah saya akan turut mendukung hal itu,” jelas Paris Jusuf. (rg-28)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.