hiu paus
hiu paus

RadarGorontalo.com – Salah seorang dosen tim peneliti Hiu Paus Gorontalo, Sayuti Djau, S.IK, M.Si, keberadaan Hius Paus di perairan Botubarani yang berdasarkan penelitian dari beberapa peneliti terbawa dari wilayah laut Filipina ini, karena hanya di Gorontalo Hiu Paus ini mendapatkan makanan berupa kulit udang vaname dan itu menjadi semacam snack bagi mereka.

“Dugaan kuat mereka pergi, karena gelombang angin tersebut ikut membawa makanan utama mereka tersebar luas, sehingganya awalnya ada plankton, namun karena menyebar, sehingga mereka mencari tempat lain yang sumber makanan utamanya tersedia dalam jumlah besar,” tukasnya. “hewan ini punya sifat bermigrasi ini mencari ketersediaan makanannya dalam jumlah besar,” timpalnya lagi.

Menariknya, faktor lain yang menyebabkan Hiu Paus minggat, diduga karena terusik dengan banyaknya pengunjung yang datang. Karena memang dikatakan Sayuti, sejak awal saat mulai dibukanya lokasi perairan Botubarani sebagai pusat Hiu Paus, sempat ada kesepakatan antar beberapa pihak, dari tim peneliti, DKP dan pemerintah setempat serta masyarakat mengenai pengelolaanya. Dimana, kesepakatan yang dilahirkan, bahwasanya pengunjung yang ingin melihat Hiu Paus dibatasi hanya 5 buah perahu.

Akan tetapi pada kenyataanya, seiring waktu berjalan, jumlah pengunjung melebihi dari kesepakatan tersebut. “Sehingganya kalau demikian begitu, ini tentu menjadi pelajaran bagi kita semua bagaimana mengelola ini dengan baik,” ujarnya. “Faktor lainnya, ada kemungkinan kawanan Hiu Paus ini sudah bosan dengan makanan kulit udang yang selama ini mereka konsumi di perairan Botubarani,” sambung Sayuti yang juga selaku pemerhati sistem ekologi wilayah pesisir dan laut. (rg-56)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.