oleh

Brigade Alsintan, Ide Cemerlang Gubernur Rusli

RGOL.ID, Gorontalo – SEIRING berjalannya waktu, para petani akhirnya bisa melihat, dan merasakan manfaatnya, bahkan menjadi contoh nasional.

Gubernur Rusli mengatakan bahwa ide ini berawal saat alsintan serahkan langsung kepada kelompok tani, dimana hanya ketika masih dalam kondisi baik, mesin tersebut dipergunakan, tapi saat mengalami kerusakan, mesin tersebut hanya dibiarkan saja karena mereka mengaku tidak memiliki anggaran untuk perbaikan.

“Dari masalah tersebut menjadi inspirasi untuk tidak diberikan kepada masyarakat dan hanya dipinjamkan. Yang dibayarkan itu hanya BBM, transport dan operator tersebut, dan Alhamdulillah masyarakat sudah mengerti kenapa saya bikin seperti ini,” kata Rusli.

Melalui brigade alsintan inipula, para petani yang melakukan peminjaman alat dan butuh solar, akan mudah untuk membelinya di SPBU manapun karena diketahui oleh petugas.

Brigade alsintan merupakan satu terobosan program inovatif Provinsi Gorontalo, yang telah memperoleh penghargaan dari Kementerian Pertanian RI dan menjadi pilot project pengelolaan dan pelayanan jasa alsintan bagi provinsi lainnya dan juga menjadi nominasi dalam dalam penilaian penghargaan PPD Bappenas RI tahun 2019 kategori inovasi pelayanan publik pemerintah daerah.

Saat ini, ketersediaan alsintan di brigade alsintan Provinsi Gorontalo yang diadakan sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2019, semuanya terawat dengan baik dan dalam keadaan atau kondisi siap dioperasionalkan.

Keseluruhan alat berjumlah 6.307 unit, antara lain tr 4 (45 unit), tr2 (156 unit), rice transplanter (22 unit), pompa air (250 unit), handsprayer (40 unit) , alat tanam jagung (60 unit) dan beberapa alat lainnya.

Sementara itu, Kadis Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljadi D Mario, menjelaskan bahwa peran brigade alsintan adalah meringankan biaya penggunaan alsintan oleh petani karena hanya menanggung biaya bbm, operator dan mobilisasi alsintan, serta menyediakan biaya pemeliharaan dan perawatan alsintan melalui intervensi APBD.

Brigade alsintan juga dinilai bisa mempersingkat waktu pengolahan tanah dan waktu panen dan mempercepat penanaman sehingga ada keserempakan waktu tanam maupun keserempakan waktu panen.

Pada tahun ini, pemprov Gorontalo juga mengalokasikan program bajak gratis untuk petani miskin di Provinsi Gorontalo seluas 300 ha. “Total luas lahan yang telah diolah melalui operasional brigade alsintan sampai dengan saat ini seluas 68.900 ha selama 5 musim tanam,” kata Muljady.

Komentar