oleh

Budidaya Tanaman Kenaf, Investor Malaysia Pilih Gorut, Thariq : Ini Menguntungkan Daerah

RGOL.ID, GORUT – Besarnya potensi Sumber Daya Alam (SDA) di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), terus dilirik berbagai pihak, termasuk pihak asing untuk menanamkan modalnya di daerah terbungsu di Provinsi Gorontalo itu.

Sebagai buktinya, salah satu perusahaan asal Malaysia, Kenaf Venture Global Sdn. Bhd. (KVG), kini tengah membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Pemkab Gorut).

Bahkan, Kamis (13/01/2022) kemarin, telah dilaksanakan pertemuan secara virtual terkait rencana investasi untuk budidaya tanaman kenaf, antara pihak KVG, dalam hal ini Chief Executive Officer (CEO) KVG, Jazman Shahar Abdollah dan Presiden KVG, Azman Ahmad, dengan Pemkab Gorut, dalam hal ini Wakil Bupati Gorontalo Utara (Wabup Gorut), Thariq Modanggu, Penjabat Sekretaris Daerah Gorut, Suleman Lakoro, Asisten II, Husin Halidi serta pimpinan OPD terkait.

Di mana, pertemuan itu difasilitasi langsung oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI, dalam hal itu Sekretaris Bappenas, Dr. Ir.Himawan Hariyoga Djojokusumo, MSc.

“Jadi, kita membahas strategi partnership satu kerja sama yang saling menguntungkan,” ungkap Wabup Gorut, Thariq Modanggu ketika diwawancarai.

Selanjutnya dikatakan Thariq, setelah pertemuan itu, akan dilakukan persiapan menuju penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dan PKS (Perjanjian Kerja Sama).

“Oleh karena itu, sekarang berdasarkan pertemuan itu, disepakati untuk Gorontalo Utara memastikan ketersediaan lahan,” jelasnya.

Lanjut dijelaskan Thariq, Gorontalo Utara dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kerja sama itu, yang pertama, karena Gorontalo Utara itu berada di posisi yang strategis secara geografis, hanya 30 menit dari Bandara Djalaludin dan ada Pelabuhan Internasional Anggrek, kaitan dengan kegiatan ekspor impor.

“Kemudian yang kedua, ketersediaan energi listrik yang dibutuhkan oleh industri. Kita di sini (Gorut) punya 2 x 25 MW di Anggrek dan 2 X 50 MW di Tomilito. Kita juga sebagai gift interland dari empat kawasan daerah utara- utara dengan kekuatan dari Pelabuhan Anggrek,” ungkapnya.

Alasan lainnya Gorut dipilih sebagai lokasi pengembangan investasi kenaf, karena diakui Thariq, memang secara regulasi RTRW, kawasan Anggrek adalah kawasan industri.

“Makanya, pilihan itu jatuh ke Gorontalo Utara, karena di Anggrek itu untuk industrinya, sementara penanamannya untuk kebutuhan sampai 1000 hektar lebih itu bisa dikembangkan ke arah Anggrek, Monano sampai Sumalata Timur,” imbuhnya.

Karena memang dijelaskan Thariq, tanaman kenaf itu cocok untuk kebutuhan mengatasi global warming, rumah kaca dan pemanasan bumi.

“Jadi, memang dari aspek ekologis ini sangat prospektif, tidak bermasalah. Tentu ini akan memberikan dampak kepada perekonomian masyarakat,” paparnya.

“Karena itu, kami minta kepada dinas terkait untuk melakukan kajian-kajian, persiapan-persiapan terkait persyaratan-persyaratan teknis. Tentu, agar sesuai juga dengan payung hukum yang diatur dalam Permendagri Nomor 22 Tahun 2020 tentang tata cara kerja sama daerah dengan daerah lain dan kerja sama daerah dengan pihak ketiga, didalamnya pihak asing,” tandasnya.

Dikutip dari halaman website Balittas Balitbang Kementerian Pertanian, Kenaf merupakan tanaman yang masuk dalam keluarga Malvaceae.

Ia adalah kerabat dekat dari tanaman-tanaman penghasil tekstil dan minyak, seperti kapas, kembang sepatu, okra, rosela, hingga tembakau.

Bentuk tanaman kenaf ini panjang dengan warna hijau pada batang dan daunnya. Batangnya kadang memiliki duri yang cukup tajam. Tanaman kenaf ini bisa tumbuh hingga tingginya mencapai 3 meter.

Kenaf yang punya nama latin Hibiscus cannabinus ini sudah lama dibudidayakan di Indonesia. Tepatnya mulai tahun 1980-an. Lahan tanaman kenaf ini tersebar di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan.

Menurut Litbang Kementerian Pertanian, kenaf memiliki keunggulan beradaptasi luas pada berbagai kondisi lahan. Ia juga memiliki toleransi yang tinggi terhadap kondisi cekaman abiotik seperti: genangan air, kekeringan, dan pH tanah yang rendah (masam).

Kenaf ini mirip dengan tanaman kelapa dalam konteks fungsi. Pasalnya, hampir semua bagian tanaman bisa dimanfaatkan untuk bahan baku berbagai industri.

Daun kenaf mengandung protein kasar 24 persen. Kandungan tersebut baik untuk pakan ternak unggas. Biji kenaf juga memiliki kandungan lemak 20 persen yang bagus untuk minyak goreng. Kenaf bagi pembuatan minyak goreng karena banyak mengandung asam lemak tidak jenuh (Oleat dan Linoleat).

Kayu kenaf pun sangat baik sebagai bahan baku industri particle board untuk berbagai keperluan seperti furnitur, pintu, jendela, kusen, pelapis dinding rumah. Serat kenaf juga kerap difungsikan sebagai bahan baku berbagai industri seperti: fibre board, geo-textile, soil remediation, pulp dan kertas, tekstil, karpet, kerajinan tangan. (ind-56)


Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar