oleh

Bupati Gorontalo dan Gubernur DKI Jakarta Resmi Jual Beli Sapi

-Ekonomi, Kab. Gorontalo-534 Pengunjung

GORONTALO (RGOL.ID) – Nelson memang layak dipersiapkan sebagai seorang Gubernur. Lihat saja kerjasama antara Pemkab Gorontalo dengan Pemprov DKI di bidang Pangan.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo melalui Bupati Nelson Pomalingo dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, melalui Gubernur Anies Baswedan, secara resmi telah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Kamis (21/10/2021) lalu.

Kerjasama itu antara lain di bidang pengadaan sapi potong. “alhamdulillah, MoU kerjasama dalam pangan ternak sapi, sudah kita tandatangani,” kata Nelson.

Menurut Nelson, pihaknya juga akan mengundang Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, untuk hadir dalam acara seremonial peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Gorontalo ke-348 yang akan digelar pada 26 November 2021.

Tidak hanya menghadiri acara seremonial, Anies juga dijadwalkan akan mengikuti agenda acara Kabupaten Lestari sekaligus memberikan ceramah membangun daerah di bidang lingkungan.

“Termasuk melakukan peninjauan langsung penggemukan sapi di Kabupaten Gorontalo,” katanya. Menurut Nelson, kebutuhan DKI terhadap sapi potong sangatlah besar, karena dari Gorontalo saja bisa sampai 500 ekor per hari, karena itu Gorontalo harus mampu memenuhi permintaan itu.

“Sekarang kita sudah punya pasar, jadi diharapkan para petani kita akan terdorong untuk membuka usaha penggemukan sapi secara masal,” katanya.

Menurut Bupati lagi, dia sangat optimis kerjasama dengan Pemprov DKI itu akan berjalan bagus dan Pemkab Gorontalo siap mensuplai kebutuhan Sapi DKI. Bahkan kata Nelson lagi, Gorontalo sudah mulai mengirim sapi ke DKI.

“Di Jakarta, kebutuhan sapi per harinya kurang lebih 1.500 ekor, dan Gorontalo harus mampu mensuplai antara 300 sampai 500 ekor per hari dan kita mensuplai minimal 300 ekor per hari,” ujarnya lagi.

Bupati Nelson menjelaskan, saat ini Pemkab Gorontalo tengah mengembangkan usaha pembesaran sapi yang didatangkan dari luar daerah, dan sapi-sapi itu adalah jenis Ongole dan Sapi Bali.

Kerjasama dengan DKI itu tidak hanya di bidang pangan, melainkan hasil bumi seperti kelapa dan beras. “saya bilang ke Pak Anies, kenapa kita bangga kerjasama dengan luar negeri, mestinya penguatan kerjasama itu dilakukan antar daerah,” ujarnya.

Menurutnya, potensi antar daerah sangat penting untuk kolaborasi antar daerah dalam memenuhi kebutuhan, terutama dalam menghadapi situasi pandemi.

Potensi kita di bidang pertanian, khususnya jagung sangat besar, semuanya akan kita kembangkan, dan kerjasama di bidang pangan yang kita rintis sekarang ini merupakan langkah awal kerjasama dengan Pemprov DKI,” tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, Indonesia terlalu besar untuk kita bekerja sendiri-sendiri. Pemerintahan Pusat telah menjalankan berbagai macam program.

“Nah, kita di daerah mendukung dengan percepatan ekonomi melalui kerja sama antar daerah seperti ini,” ujar Gubernur DKI Anies Baswedan, Kamis (21/10/2021).

Dalam hal ini, Pemprov DKI menjalankan kerja sama dengan Pemkab Gorontalo sebagai upaya mengembangkan potensi masing-masing daerah dan peningkatan pelayanan publik.

Menurut dia, kerja sama ini setelah ditetapkan harus bisa dikelola dengan baik. Pengelolaan harus dijalankan dengan mekanisme pasar yang baik, sehingga kerja sama antardaerah terus berjalan untuk jangka waktu yang lama.

Dalam menjalankan kerja sama, Anies mendorong BUMD sebagai ujung tombak penyedia suplai, sedangkan SKPD bertugas sebagai pengajuan.

“jadi, kami mendorong BUMD sebagai ujung tombak penyedia supply, sedangkan SKPD bertugas sebagai pengajuan demand, sehingga stabilitas porsi kerja berjalan sesuai jalurnya, dan inilah mekanisme pasar yang kita inginkan,” ungkapnya. (rls)


Komentar