oleh

Bupati Pohuwato Didesak Percepat Mutasi

-Gorontalo, Pohuwato-133 Pengunjung
Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga
Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga

RadarGorontalo.com – Kabinet SKPD yang dinahkodai Syarif Mbuinga – Amin Haras (SYAH) dinilai kurang berjalan maksimal. Hal ini dikarenakan posisi strategis di jajaran kabinet SYAH tidak berjalan optimal. Bulan ini, Syarif diharapkan bisa segera mempercepat “reshufle kabinet” untuk terus menjaga eksistensi pelaksanaan pemerintahan Pohuwato. Mulai dari pimpinan SKPD yang sering sakit-sakitan hingga sebagian dari pimpinan SKPD yang telah memasuki usia purna.

Apalagi dalam kurun waktu kurang dari sebulan, dua pimpinan SKPD masingh-masing Kepala Bappeda Ismail Pakaya dan Kadis Pertanian Ibrahim Bouty pindah tugas ke Kementerian, membuat gebrakan-gebrakan yang akan dilakoni Syarif Mbuinga sedikit terlambat. Tak hanya itu, sejumlah jajaran kabinet SYAH dinilai masih banyak yang ABS (Asal Bapak Senang, red) yang sangat berpengaruh pada realisasi dan progres pelaksanaan program yang saat ini mengusung program pembangunan dengan jargon Pohuwato Madani.

Kepada RADAR, Ketua PB KPMIP Rozlan Tawaa, sangat mendukung dan mengapresiasi kebijakan reformasi birokrasi di jajaran Pemda Pohuwato. Memang sudah saatnya untuk segera mempercepat proses mutasi ini, jika Syarif ingin membangun Pohuwato dengan kecepatan maksimal. Pasalnya dengan pesatnya perkembangan Pohuwato saat ini, tidak dibarengi dengan kinerja dan etos kerja sesuai standar yang diharapkan Syarif. Untuk membangun Pohuwato yang lebih baik sesuai dengan RPJMD dan Millenium Development Goals (MDGs), kinerja harus ditingkatkan.

Apalagi proyeksi pembangunan di segala bidang yang ditargetkan butuh tenaga baru baik dari eselon IV hingga eselon II.Dalam reformasi birokrasi satuan Kerja ini sudah harus secepatnya dilaksanakan untuk mempercepat pelaksanaan Program serta pencapaian program pemerintah sesuai dengan harapan. Pemegang peranan strategis baik dari bawah, staf hingga eselon haruslah orang energik yang memiliki semangat tinggi dalam membangun daerah.

Tentu saja juga tanpa mengabaikan prinsip yang diatur dalam birokrasi dari segi kepangkatan dan syarat syarat lainnya. Dengan sejumlah tokoh muda yang telah berpengalaman, sudah saatnya birokrat muda dan energik yang mengambil tugas dan peran strategis dalam pemerintahan. “Untuk penempatan posisi, kami pikir Bupati sudah tahu mana karakter birokrat mana yang tulus dan yang ABS,” ujar Roslan. (RG-55)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.