oleh

Bupati: Sebaiknya Adat Harus Steril Dari Politik

RGOL. ID. GORONTALO – Musyawarah adat yang digelar bersama pemerintah Kabupaten Gorontalo Uduluo Limo Lo Pohalaa digelar, Selasa kemarin (30/3) di Rudis Bupati belum lama ini memilih Drs. AD. Khaly sebagai ketua lembaga adat baru Kabupaten Gorontalo.

Bupati Nelson Pomalingo usai rapat tersebut mengatakan, musyawarah ini dilakukan karena kepengurusan yang saat ini masanya sudah berakhir.

Terlepas dari semua itu kata Bupati, adat merupakan salah satu pilar dari 3 pilar membangun pemerintahan. ” Ya, ilmu, agama dan budaya. Dan dari budaya ini, adat yang hadir disana, ” Ucap Bupati.

Disamping itu bagi Bupati Nelson, pemerintah sangat menghargai dua lembaga yang menjadi mitra pemerintah, yakni lembaga adat dan MUI (Majelis Ulama),

” Ada dua lembaga yang sangat dihargai sebagai Mitra pemerintah penyemangat bahkan sebagai penjaga moral, yakni lembaga adat dan lembaga agama MUI yang keduanya adalah lembaga Fatwa. ” Tutur Nelson.

Sehingganya kata Bupati, besar harapannya dalam pemilihan kepengurusan lembaga adat nanti harus benar-benar memperhatikannya dengan baik.

” Ya sebaiknya harus mengakomodir semuanya. Dua kerajaan besar, Limutu wau Hulonthalo, dan tokoh lainnya yang dinilai pas untuk itu, ” Ujar Bupati.

Namun demikian pula, Bupati punya pemikiran, sebaiknya jangan ada orang-orang politik masuk didalam kepengurusan lembaga adat.

” Ya, sebaiknya adat jangan sampai ada orang politik. Karena kalau politik ada jalurnya. Adat tidak bisa bercampur dengan politik. Jadi lain nuansanya, ” Ujar Bupati.

Kedepan nanti dirinya berharap, ada proses regenerasi dalam lembaga adat, sehingga selain regenerasi itu juga lembaga adat harus menyusun program. Agar rencana kerja dalam setiap periode itu ada, tandasnya. (Qn)


Komentar