Mesalina Vivi Saputra
Mesalina Vivi Saputra

RadarGorontalo.com – Sampah bagi sebagian masyarakat adalah masalah yang tidak pernah selesai untuk dibahas. Tumpukan sampah selalu membutuhkan solusi bagaimana untuk menguranginya agar tidak menumpuk, apalagi sampai menimbulkan bau yang tidak sedap. Namun sampah kedepan nantinya akan menjadi berbeda, khususnya ditangan masyarakat di Kecamatan Kabila Bone.

Pasalnya, dengan dicetuskannya program Wakaf Sampah oleh Camat Kabila Bone, Mesalina Vivi Saputra, SE, M.Si, maka di wilayah ini sampah nantinya akan menjadi berkah karena memberikan masukan dana yang akan diperuntukan bagi masyarakat yang kurang mampu atau warga miskin. Camat Kabila Bone Mesalina Vivi Saputra ketika diwawancarai, rabu (19/10) mengaku, percaya bahwa program Wakaf Sampah ini dapat membantu kebersihan lingkungan. “pelestarian lingkungan serta menjaga kebersihan lingkungan, dan membantu kaum dhuafa atau masyarakat miskin, hal inilah yang melandasi saya mencetuskan program Wakaf Sampah ini,” ujarnya.

Menurutnya, lewat program Wakaf Sampah ini, masyarakat bisa menyumbangkan sampah yang dirumah tangga maupun yang ada disekitar mereka ke Bank Sampah. Nantinya, di Bank Sampah ada pengelolanya kemudian nilai atau harga dari sampah yang disumbangkan oleh masyarakat itu tidak diambil. “dana atau harganya itu akan dikumpulkan di Bank Sampah, lalu kemudian akan dimanfaatkan untuk kepentingan membantu masyarakat miskin yang ada di Kabila Bone.

Misalnya akan diberikan kepada masyarakat miskin dalam bentuk bantuan modal usaha, untuk dana kesehatan, dana pendidikan dan lain sebagainya,” jelasnya. Jadi, tambah Mesalina, lewat program Wakaf Sampah ini, disamping kita mengajak masyarakat untuk beramal lewat sampah.

Program ini juga akan menciptakan lingkungan bersih, terutama menjaga lingkungan wisata pantai bersih yang ada di Kecamatan Kabila Bone. Untuk sementara, jenis sampah yang bisa di wakafkan maupun disumbangkan oleh masyarakat, yakni sampah plastic dan kardus. Misalnya, sampah plastic kita ambil dari masyarakat nilainya itu Rp.1.300 Kg. Maka setiap warga yang mewakafkan sampah itu akan di catat berapa kilo sampah yang di wakafkan. Nanti setiap bulan akan direkap dan sebarkan ke masyarakat, sudah berapa nilai terkumpul dan dana ini kita manfaatkan ke mana.

Apakah untuk bantuan modal usaha, dana kesehatan, dana pendidikan, dan lain sebagainya. “jadi tergantung apa yang menjadi kebutuhan dari masyarakat miskin tersebut,” jelasnya. Mesalina mengungkapkan bahwa program Wakaf Sampah ini sudah diterapkannya sejak minggu ke dua bulan September 2016 kemarin. ”jadi sekarang sementara tahap sosialisasi dan Bank Sampah-nya juga baru terbentuk,” tandasnya.

Diakhir penyampaiannya Mesalina mengatakan bahwa sampah, itu sekarang nilainya bukan dilihat dari sesuatu yang menjijikkan, tapi ini akan bermanfaat terutama kita bisa beramal lewat sampah karena kita bisa menolong dan membantu sesama, terlebih kepada masyarakat miskin. “bukan kita tidak bisa menyumbangkan uang, tapi ternyata dari sampah kita juga bisa beramal.” urainya.

Olehnya itu, kedepan dia berharap kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kabila Bone, ada rasa kepedulian antar sesama melalui program Wakaf Sampah. “karena program ini, disamping menciptakan pola hidup sehat dan kebersihan untuk lingkungan di masyarakat, juga akan membantu saudara-saudara kita masyarakat yang kurang mampu atau miskin.” tuturnya. (RG-46)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.