Cegah Stunting dan Covid 19 Berbasis Pangan Lokal

KAMPUS (RG) – Kesehatan dan ekonomi bagai dua sisi mata uang. Hal inilah yang menjadi perhatian, bahkan landasan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Gorontalo (UG) turut berperan dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid 19. FKM UG dalam hal ini berhasil menggelar pelatihan dan pendampingan penerapan inovasi masyarakat yang terdampak Stunting dan Covid 19 berbasis pangan lokal.

“Kesehatan itu frontliners dalam menjaga produktivitas masyarakat. Ini yang saya sebut spiral, saling memperkuat antara kesehatan dan ekonomi. Pandemi Covid 19 memberi kita pelajaran. Ketika orang kena Covid 19 dan sakit, semua takut dan tidak bekerja. Ekonomi pun berhenti. Maka, saat anggaran cukup banyak, perkuatlah pelayanan promotif, preventif dan kuratif agar ekonomi bergerak,” ungkap Ketua Tim PKM, Herman Hatta, SKM., M.Si.

Kegiatan ini dilaksanakan, Jum’at kemarin (26/8), di desa Mongolato, kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, yang dihadiri oleh Kepala Desa Mongolato dan Kepala Puskesmas Telaga. Adapun pemberi materi dilakukan oleh Dosen FKM UG, yakni Herman Hatta SKM. M.Si, Dr. Rahmawati SKM. M.Kes, Dr. Firdaus Ramadhani, S.Psi., M.Kes, Safrudin Tolinggi, SKM. M.Kes dan Zul Adnayani Ardha, SKM. M.Kes. Sementara mahasiswa yang terlibat ialah Fania Dalanggo, Widia Katili, Triesca Juli Destu Lamaka, Itmawati Pantingki, Nurafnibaba dan Raptin Igirisa.

Herman Hatta menegaskan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko masyarakat yang terdampak stunting dan covid 19, serta pemberian edukasi dan praktek terkait pemanfaatan lahan pekarangan hingga cara pengolahan hasil pertanian. “Jadi masyarakat diajarkan memanfaatkan lahan untuk diolah menjadi produk atau tanaman obat keluarga dalam meningkatkan kesadaran kesehatan dan pemulihan ekonomi desa,” ungkap Herman.

Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini, lanjut Herman, merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang disponsori oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). “Iya, PKM ini dilakukan untuk meningkatkan program prioritas dalam pencegahan stunting dan covid 19 meliputi percepatan pengurangan kemiskinan, pemulihan ekonomi dimasa covid 19 kepada masyarakat, peningkatan pelayanan gizi, dengan mempraktekkan pola hidup sehat, mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan untuk sayur-sayuran serta pemberian edukasi dalam mempraktekkan lingkar perut dan tinggi badan,” terangnya.

Perlu diketahui, bahwa program PKM merupakan kegiatan tridharma perguruan tinggi yang dikakukan oleh dosen bersama dengan mahasiswa. Keterlibatan mahasiswa dalam program ini sejalan dengan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Adapun mata kuliah yang menjadi landasan kegiatan ini ialah Gizi Daur Hidup (2 SKS) dan Ilmu Gizi Dasar (3 SKS). “Uraian urgensi SKS bagi mahasiswa adalah dapat melakukan intervensi dan pemantauan serta evaluasi dalam meningkatkan program prioritas, yakni pencegahan stunting dan covid 19 dengan mengoptimalisasikan pemanfaatan pekarangan untuk sayur-sayuran dan tanaman obat keluarga, hingga pelatihan perkembangan prodak,” pungkasnya. (rg-63)


Jangan Lewatkan

Komentar