Daftar di Demokrat , Roni Imran Tak Tinggalkan PAN

Pendukung dari berbagai elemen mendampingi Roni Imran mendaftar ke Partai Demokrat masuk dalam penjaringan bakal Cabup – Cawabup dengan menyerahkan dokumen.

RadarGorontalo.com – Roni Imran, politisi Partai Amanat Nasional (PAN), ikut memanfaatkan penjaringan bakal Calon Bupati dan bakal Calon Wakil Bupati yang dibuka Partai Demokrat menghadapi Pilkada 2018. Langkah politik itu kata Roni, tidak lantas meninggalkan PAN yang ia besarkan di Gorontalo Utara.

“Dinamika politik di tubuh PAN, merupakan warna organisasi politik yang patut dihargai sebagai proses menuju kebesaran dan kedewasaan partai untuk terus maju. Sedangkan keinginan mendaftar di Partai Demokrat merupakan keistimewaan yang diberikan PAN untuk seluruh partai di daerah ini. Sebab saya pribadi maupun PAN berpendapat jika keinginan membangun daerah secara bersama-sama dengan seluruh partai politik dan elemen yang ada, merupakan modal memajukan daerah dan mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Maka, bukan hanya di Partai Demokrat, namun PAN memberikan keistimewaan yang sama untuk seluruh partai, sebab hanya dengan persatuan dan kebersamaan maka daerah akan maju terdepan. Roni mengaku, PAN bagi dirinya adalah kekuatan untuk mewujudkan masyarakat sejahtera, daerah maju merata. “Secara politik, saya lahir dan besar melalui PAN maka keberadaan partai matahari ini harus dijaga dengan baik. Saya pun akan tunduk pada keputusan partai, sepanjang bersesuaian dengan keinginan rakyat sebab muara dari seluruh kerja keras ini adalah rakyat harus sejahtera,” ujar pria yang populer dengan sapaan HR yang lekat dengan jargon “Torang Asyik” ini.

Minggu (30/4) tepat pukul 15.30 Wita, usai melakukan doa dan sholat Ashar berjamaah dengan puluhan tokoh masyarakat dan tokoh agama serta ratusan masyarakat pendukungnya, Roni Imran yang masih menjabat Wakil Bupati Gorontalo Utara itu, memilih berjalan kaki sekitar 1 kilometer menuju Sekretariat DPC Partai Demokrat di Desa Cisadane, Kecamatan Kwandang. Ia memanfaatkan waktu terakhir proses pendaftaran penjaringan yang dibuka partai tersebut.

Roni bak pangeran, dikawal para tokoh masyarakat dan tokoh agama sebagai catatan sejarah menuju Pilkada 2018. Entah Roni akan maju berpasangan dengan Indra Yasin, atau Roni memilih menjadi rival paling tangguh di Pilkada 2018 nanti. “Yang pasti, Roni datang mendaftar juga disertai para punggawa PAN diantaranya, Saiful Karim, Mohamad Adam Pateda, Hendra Nurdin dan puluhan politisi partai berlambang matahari ini,” ujar politisi PAN, Rahmat Lamaji. Mekanisme pendaftaran dilewati Roni dan pihak Partai Demokrat melalui sekretaris panitia penjaringan, Harto Husain menyatakan, jika berkas pendaftaran itu lengkap.

Pada sambutannya sekitar 7 menit, Roni mengulas kondisi Gorontalo Utara, potensinya serta target mengentaskan kemiskinan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki, diantaranya melalui program investasi. Ia optimistis, Gorontalo Utara akan menjadi kabupaten maju dan terdepan di Provinsi Gorontalo.

Menariknya, Roni sempat menyentil jika dirinya pamit ke Indra Yasin sebelum datang mendaftar. “Saya menghubungi beliau (Indra Yasin, red), minta izin mendaftar di Partai Demokrat sebab sebagai anak maka saya harus minta izin pada orang tua. Alhamdulillah beliau merespon sangat baik sambil berujar “Bismillah, silahkan”, ujar Roni menyampaikan keputusan politik yang ia lakukan pada Minggu (30/4) dengan memilih datang mendaftar ke Partai Demokrat. Tidak banyak yang diulas Roni tentang keputusan politiknya saat berpamitan ke Indra Yasin. Ia hanya menyentil sedikit tentang sikapnya yang sempat pamitan itu. (rg-51)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.