oleh

Danau Limboto Jadi Persinggahan Burung Antar Benua

-Gorontalo-246 Pengunjung

RGOL.ID – Gorontalo, Salah satu lomba yang menarik di Festival Pesona Danau Limboto (FPDL) 2019, adalah lomba foto burung migran (migran bird).

Ini bukan sekedar tantangan bagi para fotografer menghasilkan foto yang menarik. Tapi menjadi daya tarik bagi ilmuan khususnya pemerhati lingkungan terkait dengan keberadaan burung-burung dari benua lain.

Dimana setiap musim dingin di belahan bumi Utara dan Selatan, berbagai jenis burung ini bermigrasi ke Asia, Indonesia, termasuk di danau Limboto Gorontalo.

“Danau Limboto sejak dari dulu menjadi tempat bermigrasinya aneka burung dari berbagai belahan dunia. Inilah yang harus diketahui oleh seluruh masyarakat Gorontalo, khususnya kalangan pelajar dari SD, SMP, SMA hingga berguruan tinggi.

Sesungguhnya penyelematan Danau Limboto bukan sekedar bicara Danaunya, tetapi keanekaragaman hayati yang harus dijaga, karena Danau Limboto merupakan laboratorium alam yang harus dilestarikan,” tukas Kepala Disporapar Kabupaten Gorontalo, Yusran Lapananda, S.H. Lomba yang menyediakan hadiah Total Rp15.000.000 ini memang banyak menarik perhatian dari kalangan Photografer yang rata-rata merupakan pemerhati satwa.

Sementara salah satu pengamat burung berdarah Gorontalo, Fahrul ‘Igirisa’ Amama memberikan dukungan penuh atas festival Pesona Danau Limboto (FPDL) khususnya untuk lomba Photo burung.

Tapi ada satu hal yang diharapkan dilakukan oleh Pemda dan Pemprov yakni memberikan perlindungan terhadap burung yang bermigrasi di Danau Limboto. “Pemerintah harus mengambil langkah tegas terhadap para pemburu burung.

Pengamatan saya selama di Gorontalo, burung-burung di Danau Limboto menjadi target para pemburu yang hanya sekedar menyalurkan hobby mereka, ini harus segera di cegah,” tukasnya.

Fahrul yang Pernah bekerja di Burung Indonesia, saat ini bekerja di WCS (Wildlife Conservation Society) mengakui Danau Limboto salah satu tempat yang menarik bagi pecinta kegiatan mengamati burung.

Di tempat yang kaya dengan keragaman jenis burung ini, pengamat burung dapat menikmati berbagai jenis burung, terutama jenis burung air. Danau Limboto juga menjadi lokasi penting bagi burung yang bermigrasi karena berada di lintasan terbang Asia Timur-Australia.

Posisi tersebut membuat Danau Limboto menjadi lokasi persinggahan bagi jenis burung migran. Meski saat ini kondisi danau mulai terdegradasi akibat pendangkalan, namun masih menjadi lokasi singgah bagi burung pendatang dari utara dan selatan karena ketersediaan pakan yang cukup.

Data dari Perkumpulan Biodiversitas Gorontalo (Biota) menunjukkan, ada 94 spesies burung yang tercatat di kawasan Danau Limboto. Dari 94 jenis tersebut, 32 jenis di antaranya adalah jenis burung migran yang mengunjungi Danau Limboto saat musim migrasi.

Jenis-jenis burung migran tersebut datang dari berbagai wilayah di belahan bumi utara maupun selatan. Jenis gajahan kecil bermigrasi dari Siberia, wilayah Rusia bagian utara.

Cerek asia menetap di wilayah Mongolia. Kedua jenis burung tersebut bermigrasi saat musim dingin di utara (November-Februari) ke wilayah Australia yang iklimnya lebih hangat.

Dalam perjalanannya, mereka singgah di wilayah nusantara, termasuk di Danau Limboto. Trinil-lumpur asia bermigrasi dari Kazakhstan, Rusia, dan Tiongkok Ke berbagai wilayah di India dan Asia Tenggara.

Sementara terik australia bermigrasi dari Australia saat awal musim dingin di bulan Juli ke berbagai tempat di Indonesia.

Burung gagang-bayam timur bermigrasi dan menetap di wilayah tropis, termasuk Indonesia, dan hanya berkembang biak di Eropa, Kazakhstan, Tiongkok, dan Mongolia.

Danau Limboto memiliki nilai keanekaragaman yang tinggi sebagai habitat penting bagi berbagai jenis burung penetap, dan menjadi lokasi persinggahan burung-burung migran dunia.

Karenanya, pemerintah daerah maupun masyarakat Gorontalo perlu mempertahankan kelestariannya.

“Perburuan satwa termasuk penangkapan burung-burung air harus dihentikan untuk melindungi kehidupan liar yang menjadi bagian keanekaragaman hayati Danau Limboto.

Jika tidak dilakukan dari sekarang, keindahan Danau Limboto hanya menjadi kenangan masyarakat Gorontalo, sebagai Danau Limutu yang disebut-sebut dalam lirik lagu Hulontalo Lipu’u,” pungkas Fahrul. (adv-riel)


Komentar