oleh

Dari Platform Indonesiana FSBP Tahun 2021, Lokakarya Budaya di LPMP Gagas Pemikiran Baru

-Gorontalo-161 Pengunjung

GORONTALO (RGOL.ID) – Pelaksanaan Platform Indonesiana Festival Seni Budaya Indonesiana (FSBP) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2021 terus dikebut.

Sejak Kamis lalu, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan secara simultan, dimulai Festival Polopalo di pelataran perkantoran Bupati Bone Bolango, kemudian Lokakarya Kebudayaan di LPMP Gorontalo, dan siangnya dilanjutkan dengan Lomba Tradisional Permainan Polopalo Kategori SD yang berlansung di teater terbuka MPP.

Kegiatan yang ditandai dengan atraksi kesenian dan laporan oleh Tim Kerja FSBP, Mohamad Jusup Mile, SH, berlangsung seru ditengah atusiasnya peserta.

Kegiatan ini sepenuhnya dibiayai oleh BPNB Sulut. Dalam acara pembukaan Lokakarya Budaya di LPMP Gorontalo, Hugen Suleman, S.Pd., MAP mewakili Kepala Dinas Dikbud menyampaikan FSBP tahun 2021 memegang peranan penting dalam membentuk ekosistem dan literasi budaya.

Sebagai sebuah rangkaian kerjasama Platform Indonesiana Kemendikbudristek RI, tentunya Pemda sangat berterima kasih, karena dari sekian banyak daerah Kabupaten, Kota dan Provinsi di Indonesia, tidak banyak daerah yang terpilih untuk memperoleh Program Indonesiana.

“Dari awal cukup banyak daerah antusias, akan tetapi dengan narasi dan argumentasi serta semangat dan militansi yang terbangun, kami tetap percaya diri untuk mendapatkan Program Indonesiana,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ricky FS. Rumagit, S.Sos., M.Hum, yang juga Pamong Budaya Muda BPNB Manado, bahwa inilah sebetulnya yang coba diraih.

Ia berharap kegiatan ini beroleh dukungan semua pihak, dan tentunya kerjasama ini tidak berhenti sampai disini, kalau bisa sepanjang tahun digelar.

“tentunya kami akan konsisten membangun dan melengkapi seluruh sarana dan prasarana kebudayaan yang berkaitan erat dengan pembangunan wisata yang dalam masa pandemi Covid-19 mengalami penurunan,” ujarnya.

Namun demikian kata Ricky, pihaknya memiliki komitmen dan semangat untuk terus melahirkan SDM yang berkualitas, dan salah-satunya Lokakarya Peningkatan Kapasitas dan Tata Kelola bagi Pelaku Budaya dan Tim Kerja.

“Diharapkan melalui lokakarya ini berdampak positif bagi pelaku budaya yang diketahui bersama terdampak langsung pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Karmin Baruadi, M.Hum dan Dr. Alwaritsz Akili Nggole menyampaikan bahwa sesuai apa yang menjadi tujuan FSBP melalui program pengembangan kerjasama budaya polopalo, sebetulnya sebagai identitas dan entitas budaya masyarakat, sedapat mungkin berkembang secara luas dalam ikut menggagas pemikiran baru dan semangat baru memajukan kebudayaan masyarakat Gorontalo pada umumnya.

“melalui pengembangan ragam budaya tradisional polopalo, sebisa mungkin mengangkat dan memperkenalkan polopalo secara khusus sebagai warisan tradisional masyarakat Kabupaten Bone Bolango pada tingkat nasional termasuk memberikan penguatan terhadap nilai-nilai kebudayaan tradisional sebagaimana yang terkandung dalam pengertian UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” ujar keduanya bergantian. (awal-46)


Komentar