oleh

Dekot Minta IDI Transparan dan Netral

-Kesehatan-462 Pengunjung

GORONTALO (RGOL.ID) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo, bergerak cepat menanggapi kasus dugaan malpraktek di RS Multazam Kota Gorontalo.

Gabungan komisi di DPRD Kota Gorontalo menggelar Rapat Dengar Pendapat (RPD) dengan menghadirkan unsur Pemerintah Daerah yakni Dinas Kesehatan, Direktur Rumah Sakit (RS) Aloei Saboe, Pihak RS Multazam, Serta sejumlah Dokter, dan pihak korban yang didampingi langsung kuasa Hukum.

Pada kesempatan itu, DPRD menanyakan alur cerita kasus ini. Memang dari masing-masing keterangan yang disampaikan, terdapat sedikit perbedaan, tetapi persoalan ini sudah diserahkan penanganannya kepada Ikatan Dokter Indonesia untuk menuntaskan persoalan ini.

Anggota DPRD Kota Gorontalo, Darmawan Duming mengaku kecewa dengan manejemen RS Multazam, sehingga timbul masalah ini. “ini masalah serius, semoga bisa jadi pembelajaran untuk semua pihak, dan saya minta IDI harus transparan dan netral menangani masalah ini,” kata Darmawan Duming.

Selanjutnya, anggota DPRD dari PAN, Herman Haluti menanyakan beberapa lama pihak IDI menangani sengketa medis ini? “kalau waktu yang dibutuhkan satu minggu, kami minta hasilnya juga diserahkan ke DPRD Kota Gorontalo,” ujarnya.

Herman juga menyarankan agar pihak Keluarga denganĀ  pihak Dokter bertemu dan menyelesaikan persoalan itu secara musyawarah.

Hal sama disampaikan anggota DPRD Kota Gorontalo, Irwan Hunawa yang meminta agar persoalan ini segera diusut tuntas sampai menghasilkan sebuah keputusan yang bisa menyenangkan semua orang.

Irwan tidak mau masuk lebih spesifik karena ini masalah teknis kedokteran, dan itu sudah tugas IDI dan Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK). Namun kata Irwan, penanganan masalah ini harus transparan dan benar-benar tuntas.

Sementara itu, Ketua IDI Kota Gorontalo, Isman Jusuf berjanji secepatnya akan melalukan audit medik, karena beberapa hari ini masih mengumpulkan data-data dari pihak terkait.

“jika datanya sudah terkumpul, maka akan kita serahkan ke MKEK untuk mengkaji lagi data tersebut, dan hasilnya akan diumumkan melalui media,” jelasnya.

Isman mohon doa agar tugas ini bisa dituntaskan dengan waktu secepatnya. Isman menambahkan pada sidang MKEK nanti sifatnya tertutup, tetapi semua pihak akan dilibatkan, baik dokter, rumah sakit, bahkan keluarga. (fah)


Komentar