oleh

Demam Berdarah Kian Mengancam

BOALEMO(RadarGorontalo.com) – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kian mengancam kehidupan masyarakat Kabupaten Boalemo. Pasalnya, penyebaran penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk  Aedes aegypt ini semakin meluas dari waktu ke waktu. Bahkan, dampaknya pun mulai terlihat di Rumah Sakit Umum Daerah Tani dan Nelayan (RSUD-TN). Dimana, pasien pengidap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) setiap hari terus bertambah.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Tani dan Nelayan (RSUD-TN) Kabupaten Boalemo, dr.Mohamad Djamal dikonfirmasi RADAR Gorontalo mengakui adanya peningkatan jumlah pasien pengidap DBD. Para pasien berasal dari hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Boalemo. “Tetapi yang paling dominan adalah warga Kecamatan Tilamuta, khususnya Desa Piloliyanga dan Hungayonaa,” ungkap Djamal. Ia menjelaskan, jumlah pasien DBD di RSTN memang sedikit mengalami pelonjakan dari bulan sebelumnya. Namun, jumlah tersebut masih terbilang normatif. Karena, jumlah pasien tidak melebihi dari jumlah pasien pengidap DBD pada tahun sebelumnya, khususnya dalam waktu periodik yang sama. “Hingga hari ini (kemarin) saja, pasien DBD yang masih ditangani tinggal 21 orang. Yang lainnya, sudah kita pulangkan,” beber Djamal. Ditanya soal jumlah keseluruhan pasien selama tahun 2016 ini, Djamal mengaku belum sempat mengantongi akumulasi jumlah keseluruhan. Lebih lanjut, pihak RSUD-TN, terus melakukan pemantauan kepada para pasien selama 5 sampai 7 hari. Karena, periode hari tersebut merupakan masa ‘bekerja-nya’ virus dalam tubuh manusia. “Alhamdulilah sampai sekarang, tidak ada pasien yang sampai syok. Dan, setelah dipantau selama 7 hari, para pasien dinyatakan sembuh dan dipulangkan,” kata Djamal.

Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo Alimudin melalui Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Roni Imran didampingi Kepala Seksi P2, Irvan Hemeto mengungkapkan saat ini pihak Dikes telah melakukan berbagai langkah upaya, mulai dari penyuluhan hingga pemantauan gentik nyamuk. “Kita sudah mulai mengambil langkah upaya sejak Bulan Maret,” ungkap Roni.  Ia mengatakan, pihaknya juga telah melakukan program Fogging atau pengasapan di sejumlah titik lokasi potensi DBD. Kendati telah melakukan Fogging, namun ia mengharapkan adanya peran serta masyarakat dalam melakukan  penanganan DBD untuk melakukan kegiatan 3 M plus. Disamping itu, pekan ini, pihak Dikes juga akan kembali melakukan fogging siklus kedua untuk membasmi gentik yang kini mulai menjadi nyamuk muda. Selain itu, Dikes juga berharap adanya peran serta selurun instansi dan komponen masyarakat dalam mengantisipasi penyebaran penyakit DBD.

Fenomena merebaknya penyakit DBD ini,mendapat perhatian besar dari Bupati Boalemo Rum Pagau. Orang nomor satu di Kabupaten Boalemo memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat untuk membudidayakan hidup bersih dan sehat. “Penyakit DBD ini mulai mengancam. Saya berharap, masyarakat giat membersihkan lingkungan. Karena, nyamuk DBD banyak berkembang di lingkungan yang tidak bersih,” pesan Bupati. Ia juga berharap agar gerakn hidup bersih-bersih lingkungan dapat dimotori oleh aparat pemerintah, baik ditingkat kecamatan maupun desa. (RG-27/RG-59)


Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar