oleh

Diduga Antrax. 8 Sapi Mati Mendadak di Daenaa- Limboto Barat

RGOL. ID. LIMBOTO – Moment lebaran ketupat kali ini sekiranya hati-hati dalam mengkonsumsi daging sapi. Pasalnya beredar kabar, digrup WhatsApp ada dugaan beberapa sapi mati mendadak dikawasan Desa Daenaa tepatnya di Dusun Marisa kecamatan Limboto Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Roni Sampir saat dikonfirmasi akan hal ini mengatakan. Jajarannya kini sudah saling koordinasi bahkan sudah turun kelokasi. ” Puskesmas sudah turun melakukan survailance dari kemarin tanggal 29 Mei, ” ujar kadis melalui pesan singkatnya.

Pihaknya pun melalui laporan hasil PE suspek Anthrax yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Dinas Peternakan dan Puskesmas Limboto Barat pada hari Ahad tanggal 31 Mei 2020 pukul 10.30 wita. Lokasi Desa Daenaa Dusun Marisa Kec. Limboto Barat Kab. Gorontalo

Dengan hasil observasi lapangan terinformasi
8 ekor sapi sakit dan di potong serta di jual beberapa hari yang lalu. Dari 8 ekor sapi tersebut 1 ekor sapi tumbang mendadak dan tidak bisa berdiri, maka dari itu langsung dipotong dan dijual pada tanggal 21 Mei 2020.

Masyarakat yang membantu pelaksanaan pemotongan/penyembelihan sapi, 6 orang sudah bergejala berupa demam dan timbul luka dibeberapa bagian tubuh seperti wajah, tangan, kaki dan perut. Sayangnya, jumlah pembeli dan yang makan sudah tidak teridentifikasi.

Dinas peternakan sudah mengambil sampel tanah untuk di uji laboratorium, Dan untuk Tindak lanjut dari Puskemas Limboto Barat akan melakukan pengobatan pada masyarakat yang terkontaminasi.

Camat Limboto Barat Fatma Tuna juga sudah menerima kabar tersebut dari Babinkamtibmas sejak kemarin.

” Pada Hari Jumat tanggal 29 Mei 2020 pkl 11.30 Wita. tempat di dusun Marisa desa daenaa kec.limboto barat kab.gorontalo Melaksanakan Giat Sambang kepada warga masyarakat sekaligus mengecek informasi warga bahwa sudah 7 ekor sapi milik warga sakit secara tiba2 dan sempat di potong di desa daenaa kec limboto barat, dan ada pula sapi yang di dalam kandang sakit serta tidak bisa berdiri.,
Dri hasil pengecekan bhabin di lapangan bahwa kemarin 2 ekor sapi dan tadi pagi 2 ekor sapi di potong, “

Sampai hari ini pihaknya akan kembali turun ke lokasi, Dan kabar ini pun sudah diteruskan ke Dinas Peternakan Kabgor sejak kemarin, pasca kejadian.

Hal Yang sama pula disampaikan Kepala Puskesmas Limboto Barat Yang juga baru menerima kabar sejak kemarin. Pihaknya masih akan turun kelokasi kembali sehingga belum bisa dipastikan penyebab kematian sapi sapi tersebut

Pihak Dinas Peternakan melalui Kadis Femiwaty Umar juga masih akan mencari sisa sisa daging sapi Yang sudah dipotong tersebut bilamana tersimpan. ” Ya, sebab untuk menguji sampelnya itu harus dari daging sapi Yang dipotong itu. Atau bisa saja sisa darahnya. Itu akan diuji, ” ujranya.

Yang sangat disayangkan Femy, ada sapi Yang tiba sakit malah tidak dilaporkan. ” Ini juga tingkat kesadaran warga Yang kurang. Malah langsung dipotong, tentu ini akan sangat sulit untuk ditelusuri. ” ungkapnya.

Namun pihaknya akan terus berusaha mencari penyebab sapi sapi ini mati mendadak. Sebab beberapa hari sebelum lebaran ketupat pihaknya sudah melakukan pengecekan ditempat tenpat pemotongan hewan. ” Ya Dan semua Yang kami cek layak dikonsumsi. Tapi Yang dipemotongan hewan, ” tegasnya.

Meski kejadian ini terjadi. Namun pihak Dinas Peternakan Hewan kabgor belum bisa memastikan apakah ini Antrax atau tidak, karena memang masih akan diuji lab, tutup Femy.

Sementara itu Kades setempat Noho Hamani mengatakan dirinya tidak dikabarkan oleh penduduk setempat. ” Untuk yang 1 ekor itu saya menerima kabar. Namun untuk lainnya baru hari ini saya baru tahu.” tukasnya, yang langsung menuju ke dusun Marisa tersebut mendampingi petugas. (Qn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.